Headline News

Sehan Jadi Saksi di KPU Boltim Saat Hari Kerja, Sekda dan Kabag Tapem Bilang Begini

Sehan Jadi Saksi di KPU Boltim Saat Hari Kerja, Sekda dan Kabag Tapem Bilang Begini
Sehan Salim Landjar hadir di pleno KPU Boltim sebagai saksi. (istimewa)

BOLTIM– Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) nomor urut 1, Sehan Salim Landjar, menjadi perhatian di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sehan yang maju berpasangan dengan Christiany Eugenia Paruntu (CEP), sejak Selasa (15/12/2020) malam hingga Rabu (16/12/2020) siang ini, hadir di KPU menjadi saksi di pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, serta Bupati dan Wakil Bupati Boltim.

Selain peserta pleno dan warga di sekitar kantor KPU Boltim, masyarakat luas juga menyaksikan langsung keberadaan Sehan sebagai saksi melalui live streaming Facebook.

Dari tayangan live streaming, tampak Sehan sangat bersemangat. Beberapa kali Bupati Boltim yang sudah aktif lagi sejak 6 Desember lalu ini beradu argumentasi dengan komisioner KPU dan Bawaslu.

Sehan mempermasalahkan adanya perbedaan data jumlah pemilih pada Pilgub Sulut dan Pilbup Boltim. Namun, KPU mampu menjawab persoalan itu untuk dua kecamatan yang sudah selesai ditetapkan.

Sehan juga mempersoalkan banyaknya pemilih menggunakan surat keterangan (Suket). Komisioner KPU terlihat mampu juga menjawab persoalan itu. Namun masalah ini masih terus diperdebatkan.

Hingga pukul 12.00 Wita, pleno masih diskorsing. Hari ini sudah jadwal untuk Kecamatan Nuangan.

Diketahui, Sehan merupakan Cawagub Sulut nomor urut 1 pada Pilgub Sulut yang dari data hitung cepat dan real count Sirekap KPU Sulut jauh tertinggal dari petahana Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK).

Selain Sehan, putrinya Amalia R Landjar juga maju sebagai calon Bupati Boltim yang dalam perhitungan cepat, kalah jauh  perolehan dari pasangan nomor urut 2 Sam Sachrul Mamonto dan Oskar  Manoppo (SSM-OPPO).

Namun, kehadiran Sehan sebagai saksi di KPU Boltim di saat hari kerja dipertanyakan juga.

Pasalnya, sebagai bupati aktif, Sehan seharusnya mementingkan tugasnya di pemerintahan daripada kepentingan politik kelompoknya.

“Saat hari kerja, Pak Sehan itu bupati yang juga milik publik. Bukan milik kelompok tertentu,” ujar Handri Mamonto, salah satu warga Boltim.

Kabag Tapem Setda Boltim, Iklas Pasambuna, saat dimintai tanggapan sebagai pihak yang biasa mengurusi izin bupati dan wakil bupati, mengaku tidak tahu apakah Sehan harus mengajukan izin saat menjadi saksi di KPU.

“Saya tidak tahu itu. Coba tanya ke Asisten I dan Pak Sekda,” katanya singkat melalui telepon.

Dikonfirmasi terpisah melalui telepon, Sekda Boltim Sony Waroka juga mengaku tidak tahu apakah Sehan harus urus izin atau tidak.

“Kalau cuti kampanye, sudah ajukan lalu. Tetapi sudah aktif lagi sebagai bupati. Kalau saat ini saya tidak tahu. Mungkin Bagian Tapem,” kata Waroka mengakhiri telepon karena akan memimpin rapat.

Pantauan di live streaming KPU Boltim, pleno sudah dilanjutkan lagi pukul 13.30 Wita. (tim)

To Top