Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 11 Okt 2019 10:14 WITA ·

Pusian- Toruakat Damai, Warga: Terima Kasih Pak Polisi dan Tentara


Pusian- Toruakat Damai, Warga: Terima Kasih Pak Polisi dan Tentara Perbesar

BOLMONG- Hampir sepekan terlibat tawuran antar kampung (Tarkam), warga Desa Pusian dan Toruakat, Kecamatan Dumoga Timur, akhirnya berdamai dan mengakhiri pertikaian.

Warga kedua desa berkomitmen untuk hidup rukun, berdampingan, dan saling gotong royong.

Kesepakatan damai dua desa bertetangga terjadi melalui kegiatan ‘Deklarasi Damai’ yang diprakarsai oleh Polres Kotamobagu, Kamis (10/10/2019) kemarin, di perbatasan kedua desa.

Baca Juga: Tarkam, Sebagian Warga Toruakat- Pusian Mengungsi. Anak- anak Tak Sekolah!

Baca Juga: 607 Aparat Gabungan Geledah Kampung, Pusian- Toruakat Kondusif

Warga kedua desa mengaku bahwa ingin suasana damai tercipta selama-lamanya. Mereka sudah jenuh dengan konflik yang hanya merugikan semua pihak.

Warga juga berterima kasih kepada kepolisian dan TNI yang berjaga siang malam untuk memastikan dua desa tidak terus menerus berkonflik.

“Terima kasih Pak Polisi dan Tentara sudah jaga kampung kami sehingga konflik tidak terus terjadi. Kami cinta damai, ingin hidup rukun, dan saling bantu membantu,” ucap Ija, warga Toruakat, Jumat (11/10/2019).

Warga Pusian dan Toruakat sudah bersepakat melupakan semua permasalahan yang terjadi selama ini, dan berjanji untuk hidup berdampingan rukun dan damai dalam semboyan “Torang Samua Basudara” dan “Mototompiaan, Mototabian bo Motonoban ” (Saling berbaikan, Saling sayang, dan Saling Ingat-mengigatkan).

“Kami (Pusian dan Toruakat) bersaudara dan tidak akan mudah lagi terprovokasi oleh hal sepele yang hanya akan merugikan semua orang,” ungkap Boby Korompot dan Aming Bilalang, warga kedua desa.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu AKBP Gani F. Siahaan, mengaku bangga dan mengapresiasi keinginan kuat masyarakat dua desa yang ingin berdamai dan merawat kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat memang sudah jenuh karena hampir seminggu ini dirundung rasa takut, anak-anak tidak bisa bersekolah dengan nyaman, hingga beberapa warga yang tinggal di sekitar perbatasan harus rela meninggalkan rumah mereka hanya dengan membawa barang-barang serta pakaian seadanya untuk pergi mengungsi,” kata Siahaan.

Baca Juga  Tarkam, Sebagian Warga Toruakat- Pusian Mengungsi. Anak- anak Tak Sekolah!

“Kita berharap perdamaian akan terus tercipta dan terjaga di dua desa ini. Masyarakat silakan beraktivitas seperti biasa,” katanya. (trb/*/bto)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu Kotamobagu, Kejari Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

16 April 2026 - 14:46 WITA

Baru 9 Bulan Saptono Sudah Diganti dari Kajari Kotamobagu, Penanganan Dugaan Korupsi di Bawaslu Belum Tuntas

14 April 2026 - 14:58 WITA

Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Kotamobagu di Bawaslu Terus Jalan, Kejari Segera Tetapkan Tersangka?

12 Maret 2026 - 06:34 WITA

Trending di Berita Daerah