Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 16 Okt 2024 13:58 WITA ·

Anak-anak Korban Kebakaran Gogagoman Ikut Trauma Healing DP3A Kotamobagu


Anak-anak Korban Kebakaran Gogagoman Ikut Trauma Healing DP3A Kotamobagu Perbesar

KRONIK TOTABUAN, Kotamobagu – Pasca terjadinya musibah kebakaran di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat beberapa waktu lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu melaksanakan kegiatan Trauma Healing kepada anak – anak terdampak musibah, bertempat di halaman mesjid Agung Baitul Makmur Senin (14/10/2024).

Hal ini di sampaikan, Kepala Dinas P3A Kotamobagu Sarida Mokoginta SH melalui Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Perlindungan Khusus Anak, Pemenuhan Hak Anak Marini Mokoginta M.Psi Ia menjelaskan, kami melaksanakan kegiatan trauma healing ini kepada 10 anak terdampak musibah kebakaran.

“Namun setelah melihat kondisi yang ada, anak – anak ini masih bisa tidur dengan nyenyak, masih bisa bermain dengan baik. Dengan kondisi ini, tingkat trauma dari anak – anak tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan musibah banjir yang pernah terjadi. Ini dikarenakan pada saat kebakaran terjadi, anak – anak ini tidak ada di tempat, sehingga mereka tidak melihat kejadian itu secara langsung,”ujarnya.

Marini mengatakan, pun demikian ada satu anak yang sangat terlihat kesedihannya yakni merupakan cucu dari korban meninggal. Hingga saat ini masih terus menangis, tentunya kehilangan opa tercinta masih terus membekas. Trauma healing yang dilaksanakan ini, untuk menggali semua hal yang dirasakan anak- anak terdampak, sekaligus tindakan yang dilakukan untuk cepat di atasi dengan baik.
Meskipun dari tingkat trauma tidak terlalu dirasakan, namun menurut Marini pihaknya akan terus memantau kondisi anak – anak dan akan menunggu perkembangan selanjutnya untuk kegiatan serupa.

“Menyikapi kondisi akibat musibah kebakaran tersebut, hal yang dikhawatirkan yakni meningkatnya stres dari para orangtua, karena peristiwa ini tentunya membawa dampak tersendiri dari berbagai aspek baik secara fisik, ekonomi maupun psikologis sehingga akan berdampak nantinya terhadap anak-anak. Dan
kami berharap, kedepan para korban tidak hanya diberikan penghiburan namun perlu dibuka Posko Konseling Psikologi bagi para orangtua. Ini untuk mengantisipasi trauma yang dirasakan, karena secara ekonomi mereka ambruk, mata pencarian habis, rumah tempat tinggal tidak ada, bagaimana anak – anak mereka bisa bersekolah, dan lain sebagainya, mereka akan memulai dari nol. Jadi harapan kami posko Konseling dapat dibuka,”ungkapnya.

Facebook Comments Box
Baca Juga  Pj. Walikota Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Semua Paslon Walikota dan Wakil Walikota
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Pemkot Kotamobagu Gelar Upacara Hari Kartini dan Hari Otda 2026

29 April 2026 - 13:58 WITA

Trending di Berita Daerah