Berita Bolmong

Pemkab Bolmong Terapkan PPKM Level 3

Foto Berita Bolmong
Surat Edaran Bupati Bolmong tentang pemberlakuan PPKM Level 3.

KRONIK TOTABUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kriteria level 3.

Penerapan PPPKM level 3 ini menyusul adanya asessment oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penetapan Bolmong PPKM level 3 ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 400/07/Setdakab/51/VIII/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan kriteria level tiga di Kabupaten Bolmong.

Baca Juga: Hasil Uji Sampel DLH, Tiga Sungai di Bolmong Tercemar Merkuri

Surat edaran tersebut ditandatangani Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow  tertanggal 18 Agustus 2021.

Dalam surat edaran itu ditegaskan, setiap orang dapat dikenakan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran dan berdasar KUHP Pasal 212 sampai dengan Pasal 218, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Surat edaran itu ditujukan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan BUMD, kepala desa se-Kabupaten Bolmong, pelaku usaha, perusahaan swasta, instansi terkait yang beroperasi di Kabupaten Bolmong, serta masyarakat.


Surat edaran tersebut sebagai bentuk peringatan bagi warga Bolmong agar tidak abai dan meningkatkan disiplin dalam penerapan prokes di berbagai tempat.

“Petugas akan menindak tegas bagi warga yang berkerumun di mana pun dan tetap memberikan sanksi sidang di tempat, denda, dan sanksi sosial,” kata Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

Tempat hiburan, swalayan, restoran, minimarket, pelaku usaha tranportasi, bisa dicabut dan ditutup usahanya jika melanggar PPKM Level 3 ini. Sebelumnya, pada PPKM Level 3 kali ini pemilik warung, restoran dan rumah makan, serta lapak hanya boleh menyediakan beli bawa pulang (take away) dan tidak diizinkan makan di tempat.

Selain itu, warga wajib tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan di luar rumah.

Sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi jam operasionalnya. (Rensa Bambuena)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

Berita Populer

To Top