• Berita Terbaru Sulawesi Utara, Totabuan, Indonesia – KronikTotabuan.com
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
kroniktotabuan.com
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
No Result
View All Result
kroniktotabuan.com
No Result
View All Result
Home Berita Ekonomi

Ini Fakta tentang Merger Bank Syariah, Mulai Aset hingga Soal Nasib Karyawan

by Rensa
Oktober 14, 2020
in Berita Ekonomi
A A
0
Ini Fakta tentang Merger Bank Syariah, Mulai Aset hingga Soal Nasib Karyawan
500
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

JAKARTA – Proses merger bank syariah nasional dimulai dengan penandatanganan perjanjian penggabungan atau conditional merger agreement (CMA) pada Senin petang, 12 Oktober 2020. Ketiganya adalah PT Bank BRI Syariah (Tbk), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Proses penggabungan anak usaha bank milik negara ini ditargetkan rampung pada Februari 2021. “Setelah merger, bank syariah akan menempati posisi ketujuh atau atau kedelapan top ten perbankan di Indonesia,” ujar Ketua Tim Project Management Office (PMO) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Hery Gunardi dalam konferensi pers yang dihelat secara virtual pada Selasa, 13 Oktober 2020.

RelatedPosts

Menkeu Optimistis Rupiah Segera Menguat Usai Sentuh Level Rp16.955

Respon Permintaan Konsumen! ABRIZT Resmi Buka Layanan Cuci Motor di Kotamobagu

Elpiji 3 Kilogram Langka di Kotamobagu Jelang Natal, di Pengecer Dijual Rp50 Ribu, Pemerintah dan Polisi Diminta Bertindak

Proses merger membutuhkan waktu relatif lama lantaran manajemen harus lebih dulu mengurus izin persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Manajemen pun mesti memperoleh restu dari pemegang saham melalui mekanisme rapat umum pemegang saham.

Hery belum mendetailkan tentang rencana pengembangan bank syariah ke depan. Ia hanya menyebut bahwa  pada 20 Oktober nanti, PMO bakal mengumumkan hal-hal terkait peta bisnis bank setelah merger, komposisi pemegang saham, layanan bank, serta rencana lainnya.

Berikut ini sejumlah fakta terkait penggabungan bank syariah.

Bank BRI Syariah jadi survivor
Bank BRI Syariah akan menjadi survivor alias cangkang, yakni entitas yang menerima penggabungan (surviving entity). Musababnya, BRI Syariah sudah lebih dulu melantai di bursa efek ketimbang dua bank lainnya. Sebagai perusahaan terbuka, nantinya pembiayaan bank syariah diperkirakan terus bertumbuh setidaknya mencapai rata-rata laju pertumbuhan majemuk tahunan yang sebesar 15-17 persen per tahun.

Baca Juga  Perbaikan Jaringan Air Bersih Jadi Fokus Bidang Cipta Karya

Aset tembus Rp 220-225 triliun
Proses merger bank syariah Himbara akan menyatukan aset milik ketiga anak usaha bank BUMN yang diperkirakan mencapai Rp 220-225 triliun. Dengan demikian, setelah merger, bank syariah himbara digadang-gadang tergolong sebagai sepuluh bank syariah terbesar secara global berdasarkan kapitalisasinya.

Bahkan, bank syariah himbara didorong menjadi bank dengan potensi kapitalisasi market terbesar, yang pada 2025 akan mengantongi aset Rp 395 triliun. Sedangkan target pembiayaan pada lima tahun mendatang mencapai Rp 272 triliun dengan pendanaan Rp 355 triliun.

Bidik penjualan sukuk global
Bank syariah himbara akan mengincar market untuk penjualan surat utang atau sukuk global setelah ketiganya berhasil melakukan penggabungan pada Februari 2021. “Seperti global sukuk, tentu pasarnya cukup banyak,” ujar Hery.

Saat ini, ia mengakui perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal dalam mengeksplorasi pasar sukuk. Padahal, bank syariah memiliki pasar yang besar di negara-negara Islam, seperti di Timur Tengah.

Tak ada PHK karyawan
Hery menjamin merger bank syariah tidak akan berbuntut terhadap pemutusan hubungan karyawan atau PHK. “Bank hasil merger siap bersaing dengan bank syariah Indonesia maupun global. Kami pastikan tidak ada pengurangan karyawan karena akan menjadi satu keluarga besar,” ujar Hery.

Seluruh karyawan dari ketiga bank akan ikut membangun perusahaan dan membesarkan entitas. Selain karyawan, Hery meyakinkan aksi korporasi tidak akan berdampak terhadap perubahan-perubahan yang merugikan nasabah.

“Sampai hari ini tidak ada perubahan apa-apa. Nasib nasabah masih sama saja karena belum legal merger,” tuturnya.

Masih tertinggal dengan negara lain
Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah berinisiatif menggabungkan tiga bank syariah nasional. Ia menjelaskan, sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar dunia, Indonesia masih tergolong tertinggal dengan negara Islam lainnya. “Dan kita harus bangkit,” ujar Erick Thohir.

Baca Juga  Rupiah Kembali Melemah, BI: Tak Mungkin Nilai Tukar Garis Lurus

Di tengah masa krisis karena pandemi, dia pun berharap pasar keuangan syariah akan memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Erick mengatakan sistem bank syariah yang mengutamakan keadilan dan transparansi membuat perbankan mampu bertahan di era kritis, bahkan menorehkan kinerja positif.

Langkah ini dinilai menjadi panggilan bagi ekonomi syariah untuk mendorong kemakmuran masyarakat. Di samping itu, Erick menyebut sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, sudah semestinya Indonesia memiliki bank syariah yang kuat. “Indonesia harus bisa menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” katanya.(*)

tempo

Tags: 2020bank syariahmerger
Rensa

Rensa

Next Post
Resmi Diluncurkan, Iphone 12 Seharga 10 Jutaan

Resmi Diluncurkan, Iphone 12 Seharga 10 Jutaan

  • 33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinggal Tunggu Pergub, Dikda Sulut Jamin TPG 13 dan THR TPG 2025 Segera Dibayarkan ke Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS, Para Guru Laporkan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bongkar Korupsi di Bawaslu Kotamobagu, Penyidik Temukan Rp300 Juta untuk Beli 100 Buku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Kasus Hibah GMIM Berakhir, Ini Putusan Lengkap untuk Lima Terdakwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Logo Utama
Logo Dewan Pers
Dewan Pers
No: 1014/DP-Verifikasi/K/V/2022 Verified
Logo AMSI
Anggota AMSI
No Result
View All Result
  • Harga Emas Hari Ininew
  • Live StreamingTV
  • Klasemen Sepak Bolanew
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • RSS KRONIKTOTABUAN
  • Karir
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Survei Pembaca

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

No Result
View All Result
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In