KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram di wilayahnya tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari tidak adanya lagi antrean di sejumlah pangkalan elpiji.
Stabilnya pasokan elpiji disebut tak lepas dari komitmen Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat.
Saat ini, sebanyak 262 pangkalan aktif tersebar di wilayah Kotamobagu melayani masyarakat dengan kondisi stok yang stabil dan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap normal.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena tak ada lagi antrean untuk mendapatkan gas elpiji karena stoknya banyak,” ujar Nindi, warga PCI Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, pasokan elpiji 3 kilogram yang masuk ke Kotamobagu mencapai sekitar 8 ribu tabung per hari melalui distribusi Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
Pihak Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII juga memastikan kondisi elpiji bersubsidi di Kotamobagu dalam status aman dan terkendali.
Sementara itu, Camat Kotamobagu Selatan, Gunawan Kabonte, mengatakan ketersediaan elpiji di wilayahnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat. “Biasanya ada antrean, tapi sampai hari ini tidak ada,” katanya.
Pemerintah daerah berharap stabilitas pasokan elpiji bersubsidi dapat terus terjaga guna mendukung kebutuhan masyarakat serta memastikan distribusi energi tepat sasaran. (ewin)











