• Berita Terbaru Sulawesi Utara, Totabuan, Indonesia – KronikTotabuan.com
Selasa, Januari 20, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
kroniktotabuan.com
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial
No Result
View All Result
kroniktotabuan.com
No Result
View All Result
Home Internasional

Gadis Perawan ‘Dijual’ Murah  

by Rzha
September 13, 2017
in Internasional
A A
0
Gadis Perawan ‘Dijual’ Murah   

Ilustrasi.

517
VIEWS
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp
Ilustrasi.

KOTAMOBAGU– Pada hari itu, para gadis remaja Kalaidzhi di Bulgaria, mengenakan pakaian terbaik mereka, memoles lipstik dan bedak, serta memakai wewangian.

Mereka mempersiapkan diri untuk menjadi peserta dalam perayaan ‘pasar pengantin’ tradisional yang telah berlangsung lama di kota itu.

RelatedPosts

RSUD Kotamobagu Kobarkan Semangat di HKN ke-61

Walikota dan Forkopimda Kotamobagu Cek Barang Bukti Miniman Beralkohol

Bupati Bolsel Resmikan Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki

Perayaan itu sendiri merupakan acara di mana para gadis perawan ‘dijual’ oleh para orangtua mereka, kepada pria yang menawar anak gadis tersebut dengan harga yang tinggi. Untuk dijadikan pengantin.

Seperti dikutip dari News.com.au, komunitas dengan populasi 18.000 jiwa di seluruh timur Eropa itu, memegang kukuh tradisi pernikahan nenek moyang mereka.

Para gadis remaja Kalaidzhi hadir dalam jual beli pengantin (jodihilton.photoshelter.com)

Tradisi pasar pengantin itu dilaksanakan empat kali dalam satu tahun. Ketika acara berlangsung, para gadis akan dibawa orangtua mereka menuju tempat perayaan dan dijual kepada penawar tertinggi.

Seorang gadis dari garis keturunan itu bahkan bisa dipaksa untuk berhenti bersekolah, untuk menikahi pria yang sudah ‘membeli’ dirinya.

Para gadis remaja Kalaidzhi hadir dalam jual beli pengantin (jodihilton.photoshelter.com)

Milene Larsson melakukan perjalan berpuluh kilometer untuk merekam seperti apa perayaan ‘pasar pengantin’ tersebut, dan bagaimana reaksi para remaja di Bulgaria menanggapi hal tersebut.

Dalam rekaman dokumenter bertajuk ‘Young Brides for Sale‘, Milene berjumpa dengan keluarga Vera dan Christo yang sedang mempersiapkan dua putri mereka, Pepa dan Rossi, untuk ‘dijual’.

“Pasar pengantin merupakan tradisi nenek moyang komunitas Kalidzhi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Namun, sekarang para gadis lebih ‘bebas’ untuk memilih siapa yang ingin mereka nikahi daripara sekedar pasrah di depan ‘pembeli’,” kata Milene.

Milene mengaku terkejut dengan praktek jual-beli gadis perawan itu. Dia berpikir, pada zaman serba canggih ini, masih ada saja orang yang memperjual-belikan kebahagiaan.

Baca Juga  Terkait Video “Hot” Siswa, Diknas Sulut Panggil Kepsek SMA 1 Kotamobagu

“Tradisi itu membuat wanita terlihat seperti barang yang dapat diperjual belikan. Mereka seakan diciptakan hanya untuk mematuhi dan melayani suami mereka nanti, tanpa boleh memiliki ambisi sama sekali,” lanjut perempuan itu.

Pepa dan Rossi telah mempersiapkan diri mereka dengan membeli beberapa pakaian baru, baik yang dibeli online ataupun dari toko-toko.

Para gadis remaja Kalaidzhi hadir dalam jual beli pengantin (jodihilton.photoshelter.com)

Ibu mereka, Vera, sangat menunggu-nunggu hari tersebut. “Jika perempuan sudah tidak lagi perawan sebelum menikah, mereka akan dipanggil pelacur dan wanita jalang,” kata Vera.

“Gadis Kalaidzhi harus perawan saat menikah. Ini sangat penting karena banyak uang diberikan untuk keperawanan,” tambah Pepa.

Bersama dengan sepupu mereka, Mima, Pepa dan Rossi mengaku pasar pengantin itu ‘menakutkan’. Ada kemungkinan orangtua akan memberikan anak mereka kepada lelaki dengan uang yang lebih banyak — tak peduli seperti apa tampangnya.

“Walaupun kau saling mencintai, tapi orangtua pasanganmu tidak menyukainya, kau tidak bisa menikah. Terlebih jika wanita itu mempunyai mata yang gelap. Mereka ingin yang cantik, bermata terang, putih pucat, dan kurus,” kata Mima.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pepa, Mima, dan Rossi mulai mendandani diri mereka secantik mungkin.

Agar terlihat lebih ‘pucat’ mereka mengoleskan pomade (semacam olesan putih) untuk membuat wajah terlihat lebih putih.

Dengan mengenakkan pakaian dan sepatu terbaik, para gadis itu berangkat menuju lokasi ‘jual-beli’.

Saat tiba di lokasi, banyak pemuda pemudi berkumpul, tertawa, berbincang-bincang, dan berfoto.

“Aku merasakan adanya perasaan yang kompleks seperti hak perempuan, nilai keluarga, dan ketidakadilan seksual,” kata Milene.

“Aku merasa iba ketika menghabiskan waktu berbincang dengan para gadis itu. Mereka takut menikahi seseorang yang tidak mereka kenal. Mereka bahkan harus mengubur ambisi mereka,” ujar dia.

Baca Juga  Tokoh Pendidikan dan Agama Bicara Soal Video Ciuman Bibir Siswa SMA

Walaupun begitu, mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauan orangtua dengan menikahi pria yang telah membeli mereka dengan harga tertinggi.

“Tradisi ini memberikan kesempatan kepada anak muda untuk bertemu dengan remaja seumuran mereka. Perempuan memiliki hak untuk menolak. Laki-laki tidak meminta mereka secara langsung. Mereka mengatakannya kepada orangtua dan tetua mereka,” kata ayah Pepa, Christo.

“Para orangtua akan bernegosiasi menentukan harga. Sekarang tidak begitu ketat lagi. Jika kau tidak menyukaiku kau bisa menolak,” ujar Christo. (lp6/rab)

 

Sumber: liputan6.com

Tags: Gadis Perawan ‘Dijual’ MurahJual Gadis PerawanPerawan Kotamobaguvideo mesumVideo Siswi Berhijab Ciuman Bibir Coreng Citra Pendidikan Kotamobagu
selamat hari natal cherish harriette anggota dpd ri selamat hari natal cherish harriette anggota dpd ri selamat hari natal cherish harriette anggota dpd ri
ADVERTISEMENT
Rzha

Rzha

Next Post
Bolmong Utus Tiga Peserta di Ajang Nyong Noni Sulut

Bolmong Utus Tiga Peserta di Ajang Nyong Noni Sulut

  • 33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    33 Pejabat Sulut yang Job Fit Hanya 22 Ikut Asesmen di BKN, Berikut Daftarnya!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Ada Penyimpangan Dana BOS, Para Guru Laporkan Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Kasus Hibah GMIM Berakhir, Ini Putusan Lengkap untuk Lima Terdakwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • YSK Lantik Pejabat Fungsional, Ingatkan ASN Bekerja Nyata dan Tidak Perlu Manuver

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Gembira Bagi ASN Sulut, Gubernur Tegaskan Tak Ada Pemotongan Gaji dan Tunjangan di 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Logo Utama
Logo Dewan Pers
Dewan Pers
No: 1014/DP-Verifikasi/K/V/2022 Verified
Logo AMSI
Anggota AMSI
No Result
View All Result
  • Harga Emas Hari Ininew
  • Live StreamingTV
  • Klasemen Sepak Bolanew
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Visi dan Misi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • RSS KRONIKTOTABUAN
  • Karir
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Survei Pembaca

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

No Result
View All Result
  • Berita Nasional
  • Berita Daerah
    • Berita Sulawesi Utara
      • Berita Bolmong
      • Berita Bolmut
      • Berita Boltim
      • Berita Bolsel
      • Berita Kotamobagu
    • Berita Musi Banyuasin
  • Berita Ekonomi
  • Berita Politik
  • Berita Hukum
  • Berita Olahraga
  • Berita Hiburan
    • Artis
    • Film
  • Advertorial

© 2025 PT. Media Moroton Morigon

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In