Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 6 Des 2019 19:07 WITA ·

Pemkot Secara Resmi Meluncurkan 4 Sistem Inovasi Pelayanan


Pemkot Secara Resmi Meluncurkan 4 Sistem Inovasi Pelayanan Perbesar

KOTAMOBAGU- Bertempat di Aula Kantor Walikota Kotamobagu, Pemerintah Kota Kotamobagu, Jumat (6/12/2019), melaunching sekaligus 4 (Empat) sistem inovasi.

Keempat Sistem inovasi yang dilaunching langsung oleh Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan tersebut adalah Klinik Aspirasi dan Layanan Pengaduan (Kinalang), Sistem Preservasi Jalan dan Jembatan Berbasis Web, Penetapan Kawasan Pertanian Organik Kluster Kopi di Kotamobagu Selatan, dan Transaksi Keuangan Berbasis Cash Management (CMS) BRI.

Dalam sambutannya, Nayodo mengungkapkan bahwa pemerintah kota terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, salah satunya dengan mempermudah akses informasi publik

“Maka dari itu keempat sistem inovasi ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Nayodo.

“ Dengan aplikasi KINALANG masyarakat dapat menyalurkan aspirasi dan pengaduan yang berkaitan dengan pelayanan pemerintahan, kemudian bisa juga memantau progres maupun tindak lanjut dari aduannya,” lanjut Nayodo.

Nayodo juga mengungkapkan aplikasi lain yang dikelola Dinas PUPR yakni Sistem Informasi Preservasi Jalan dan Jembatan Berbasis Web.

“Sistem Informasi Preservasi Jalan dan Jembatan Berbasis Web juga merupakan upaya Pemkot untuk mempermudah akses data jalan dan jembatan dalam rangka penyusunan program, serta mempermudah akses penyebarluasan informasi kepada masyarakat,”katanya.

Terkait aplikasi penetapan pengembangan kawasan pertanian organik kluster kopi di Kecamatan Kotamobagu Selatan, tepatnya di Desa Poyowa Besar 1 dan Poyowa Besar 2, Nayodo juga menambahkan hal ini berdasarkan berbagai pertimbangan yang matang.

“Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa Kopi Kotamobagu merupakan komoditas perkebunan yang telah diakui sebagai kopi spesialis atau kopi yang memiliki aroma dan cita rasa yang istimewa, maka tentunya perlu dilakukan penetapan kawasan pertanian organik kluster kopi sehingga akan tercipta lingkungan pertanian yang sehat serta berwawasan lingkungan,” terangnya.

Lanjutnya sebagai optimalisasi pelaksanaan transaksi keuangan daerah berbasis CMS pada satuan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) serta terwujudnya penata usahaan keuangan yang baik dilingkungan Pemkot Kotamobagu. Maka transaksi keuangan berbasis Cash Management System (CMS) BRI merupakan sebuah inovasi yang sangat di butuhkan saat ini.

“Dengan adanya inovasi CMS ini maka diharapkan kegiatan pelayanan transaksi keuangan di lingkungan pemerintah daerah Kotamobagu dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lebih efisien,” pungkasnya. (Bto)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Trending di Berita Daerah