Menu

Mode Gelap

Berita Ekonomi

Semester I, Laba Pegadaian Stagnan di Rp1,5 Triliun


29 Jul 2020 15:46 WITA


 Semester I, Laba Pegadaian Stagnan di Rp1,5 Triliun Perbesar

JAKARTA – PT Pegadiaan (Persero) mencatatkan laba bersih sekitar Rp1,5 triliun pada semester I 2020. Angka tersebut tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan semester I-2019, yang juga sebesar Rp1,5 triliun.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan, perolehan laba tersebut tidak mengalami penambahan lantaran pihaknya banyak melakukan relaksasi di tengah masa penyebaran pandemi virus corona (Covid-19).

“Laba kita secara year on yeF memang hampir sama karena kondisi pandemi. Kita banyak lakukan relaksasi, maka laba kita relatif sama. Juni kemarin (2019) Rp1,5 triliun, sekarang tetap di Rp1,5 triliun,” kata Kuswiyoto dalam sesi teleconference, Rabu (29/7/2020).

Kuswiyoto menambahkan, pencapaian laba tersebut turut terbantu berkat peningkatan jumlah nasabah, yang naik dari 13,86 juta pada Desember 2019 me jadi 15,04 juta per Juni 2020.

Selain itu, aset Pegadaian pun naik 22 persen secara year on year (yoy) dari Rp56,1 triliun menjadi Rp68,4 triliun. Lalu liabilitas tumbuh 23,5 persen yoy dari Rp35,8 triliun jadi Rp44,2 triliun. Kemudian ekuitas tumbuh 19,5 persen secara tahunan dari Rp20,3 triliun jadi Rp24,2 triliun pada Juni 2020.

Sementara omzet perusahaan juga meningkat 18,8 persen secara year on year dari Rp67,7 triliun menjadi Rp80,4 triliun pada Juni 2020.

“Ini adalah salah satu sumbangan kita untuk perekonomian nasional. Dari jumlah tersebut 60 persen untuk usaha produktif, sedangkan outstanding pembiayaan tumbuh 21,3 persen dari Rp43,6 triliun menjadi Rp53 triliun hingga Juni 2020,” terang Kuswiyoto.
Catatan lainnya, dia melaporkan adanya rasio keuangan yang tertekan. Seperti return on asset (ROA) turun dari 5,47 persen jadi 4,47 persen yoy. Serta return on equity (ROE) turun dari 13,48 persen menjadi 12,64 persen pada Juni 2020.

Di sisi lain, rasio utang atau debt to equity ratio (DER) meningkat dari 1,77 kali menjadi 1,83 kali. Begitu juga beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang naik dari 73,94 persen menjadi 80,46 persen.

“Non-performing financing (NPF) juga meningkat dari 2,32 persen menjadi 2,36 persen di Juni 2020. Walaupun naik, Pegadaian siap hadapi yang terburuk di perekonomian kita. Sudah kami cadangkan semuanya bila ada kondisi buruk,” ujar Kuswiyoto.(*)

Merdeka

Komentari
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Lewat BRI Kanca Kotamobagu Salurkan Bingkisan Kepada Penyandang Disabilitas, Lansia dan Guru Ngaji

3 April 2024 - 22:44 WITA

Awal April Peralihan Jaringan Listrik MEP ke PLN Dimulai

25 Maret 2024 - 21:02 WITA

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Minyak Makan Merah untuk Meningkatkan Nilai Tambah bagi Petani Sawit

14 Maret 2024 - 20:22 WITA

Pj Bupati Apriyadi Ikuti RUPS Bank Sumsel Babel Tahun Buku 2023

6 Maret 2024 - 23:32 WITA

Pemkab Muba Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri Secara Virtual

15 Januari 2024 - 20:17 WITA

Giat Donor Darah Gratis BRI Cabang Kotamobagu Disambut Antusias Warga

11 November 2023 - 14:24 WITA

Trending di Berita Daerah