Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 4 Jun 2020 13:04 WITA ·

Menjelang New Normal, Rupiah Menguat


Menjelang New Normal, Rupiah Menguat Perbesar

JAKARTA – Mendekati penerapan New Normal di Indonesia, harga emas diperkirakan bakal terus melemah sedangkan nilai tukar rupiah menguat.

Pada penutupan perdagangan Rabu 3 Juni 2020 kemarin, nilai tukar rupiah menguat 2,22 persen ke level Rp14.095. Sedangkan harga emas Antam turun Rp 16.000 per gram menjadi Rp 904 ribu.

Padahal sebelumnya, rupiah dan emas akan diperkirakan bakal sama-sama menguat seiring memanasnya situasi ekonomi dan politik di Amerika Serikat.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pelemahan harga emas tidak lepas dari rencana penerapan kenormalan baru atau  new normal di sejumlah negara. Pasalnya hal itu telah memberikan euforia akan pembukaan aktivitas ekonomi di tengah pandemi.

“Rencana new normal di Indonesia memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta untuk masuk ke investasi aset berisiko,” katanya kepada Bisnis pada Rabu 3 Juni 2020.

Menurut Ariston, minat investor terhadap aset berisiko saat ini sedang tinggi maka itu harga emas yang termasuk sebagai aset aman sedikit tertekan. Adapun yang menjadi satu-satunya sentimen positif saat ini adalah stimulus besar bank sentral AS.

Ariston memperkirakan hari ini harga emas bakal menguji US$1.690 untuk level support dan US$1.740 untuk level resistance. Selain itu, pelemahan emas ikut mendorong penguatan rupiah terhadap dolar. “Rupiah masih berpotensi ke Rp14.000,” katanya.

Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Suabi, mengatakan nilai tukar nasional itu berpeluang besar kembali ke level Rp14.000 seiring bertambahnya aliran dana asing yang masuk lewat surat utang. Menurutnya selama Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,5 persen ada kemungkinan rupiah bakal kembali ke level di bawah Rp14.000.

“Kemungkinan kuartal ketiga nanti rupiah menguat ke Rp13.700 karena secara fundamental memang kita kuat. Selain itu, kupon bunga yang ditawarkan saat ini juga menjadi yang tertinggi di atas India,” kata Ibrahim. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET

23 April 2026 - 13:02 WITA

Pemkot Pastikan Ketersediaan dan Harga Elpiji 3 Kilogram di Kotamobagu

13 April 2026 - 13:31 WITA

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Trending di Berita Daerah