
Pebalap Tim Pangeran 05 McJoe Berpotensi Jadi Tersangka, Polda Ambil Alih Kasus Drag Race Upai
KOTAMOBAGU, Kroniktotabuan.com – Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengambil alih penanganan insiden Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang menewaskan delapan orang dan menyebabkan sejumlah penonton lainnya terluka.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Langie, mengatakan perkara yang sebelumnya ditangani Polres Kotamobagu kini akan ditangani Polda Sulut.
Menurut Roycke, pengambilalihan dilakukan agar proses penyelidikan terhadap tragedi tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh.
Ia menyebut sejumlah pihak telah diperiksa penyidik, termasuk pebalap tim Pangeran 05 McJoe, Cristian Ngantung alias Tian, yang mengemudikan mobil saat insiden terjadi.
Tian berpotensi menjadi tersangka karena mobil Honda Jazz yang dikemudikannya keluar dari lintasan dan menabrak sejumlah penonton.
“Semua pihak akan diperiksa. Penyidik akan melihat alurnya,” kata Roycke saat berada di Kotamobagu, Senin (10/8/2026).
Roycke mengatakan, hingga saat ini polisi telah memeriksa lima orang untuk mengungkap secara utuh penyebab kecelakaan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam insiden yang terjadi saat perlombaan berlangsung.
“Kalau ditemukan ada pelanggaran hukum, akan dilakukan proses hukum,” ujarnya.
Selain pebalap, polisi juga akan memeriksa pihak penyelenggara serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.
Penyidik akan menelusuri seluruh rangkaian penyelenggaraan, termasuk aspek keselamatan dan standar pengamanan dalam pelaksanaan Drag Race tersebut.
Mobil Keluar Lintasan
Sebelumnya, gelaran Drag Race TIDAR dan Muda Charaka Tournament di sirkuit nonpermanen Kelurahan Upai berakhir tragis setelah mobil balap dari tim Pangeran 05 McJoe mengalami kecelakaan dan menabrak sejumlah penonton.
Tian Ngantung turun di kelas Free For All (FFA) dengan menggunakan mobil Honda Jazz.
Berdasarkan informasi di lokasi, Tian awalnya melaju seperti biasa di lintasan balap. Tidak terlihat adanya kendala ketika mobil melaju menuju garis finis.
Namun, setelah melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar 100 meter, mobil tersebut mengalami crash dan keluar dari lintasan hingga menabrak penonton yang berada di sisi arena.
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah penonton menjadi korban.
Pasca-insiden, pelaksanaan Drag Race langsung dihentikan. Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Senin (10/8/2026), jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut dilaporkan mencapai delapan orang.***