
Burako Alason Cetak Sejarah, Tim Pertama Back to Back Juara Bupati Boltim Cup, Maya: Buah Kerja Keras Tim
BOLTIM, Kroniktotabuan.com – Sejarah baru tercipta di Lapangan Pinogaluman, Tutuyan. Burako Alason tampil sebagai juara Bupati Boltim Cup 2026 Jilid 2 sekaligus mencatatkan namanya sebagai tim pertama yang berhasil meraih gelar juara secara back to back.
Kepastian itu diraih Burako Alason setelah menaklukkan Putra Bunong asal Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, dengan skor tipis 2-1 dalam laga final yang berlangsung sengit, Senin (14/9/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, Burako Alason langsung memperlihatkan mental juaranya. Tim asal Desa Ratatotok, Minahasa Tenggara, tersebut tampil agresif dan berusaha mengambil kendali permainan.
Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-12. Pemain asal Nigeria, Taiwo, sukses memecah kebuntuan lewat sundulan yang menghujam gawang Putra Bunong.
Tertinggal satu gol, Putra Bunong meningkatkan tekanan. Serangan demi serangan dilancarkan untuk mencari gol penyeimbang.
Drama pun terjadi ketika Putra Bunong mendapat dua kesempatan melalui titik putih. Namun, tekanan tersebut tak sepenuhnya mampu dimanfaatkan.
Hanya satu eksekusi penalti yang berhasil bersarang ke gawang Burako Alason. Sementara satu kesempatan lainnya gagal menembus gawang yang dikawal Dwi Yuda Putra Pratama.
Penampilan Dwi Yuda menjadi salah satu faktor penting dalam perjuangan Burako Alason mempertahankan keunggulan. Refleks dan ketenangannya di bawah mistar membuat sejumlah peluang Putra Bunong berhasil dimentahkan.
Performa apik tersebut sekaligus mengantarkan Dwi Yuda Putra Pratama meraih penghargaan Kiper Terbaik Bupati Boltim Cup 2026.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-81, Burako Alason kembali mendapatkan momentum emas.
Risky Mokoagow yang maju sebagai algojo berhasil mengeksekusi peluang tersebut dengan sempurna. Bola meluncur ke gawang Putra Bunong dan mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Dengan waktu yang semakin menipis, Putra Bunong terus berupaya mengejar gol penyama kedudukan. Namun, barisan pertahanan Burako Alason tampil disiplin hingga pertandingan berakhir.
Para pemain langsung berhamburan merayakan kemenangan. Trofi kembali menjadi milik mereka.
Bukan sekadar juara, kemenangan ini mengukuhkan Burako Alason sebagai tim pertama yang mencetak sejarah dengan meraih gelar Bupati Boltim Cup secara back to back.
Bupati Boltim kemudian menyerahkan Trophy Tetap Bupati Boltim kepada Manajer Burako Alason, Nurbaya Supit, yang dilanjutkan dengan pengalungan medali kepada 18 pemain.
Selain trofi, Burako Alason juga membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp125 juta.
Prestasi individu turut melengkapi pesta juara. Dwi Yuda Putra Pratama dinobatkan sebagai Kiper Terbaik, sementara kapten tim, Fano Sumala, meraih penghargaan Pemain Terbaik.
Maya: Gelar Juara Hasil Kerja Bersama
Di balik keberhasilan Burako Alason mempertahankan mahkota juara, terdapat sosok Nurbaya Supit yang akrab disapa Maya.
Bagi Maya, gelar juara bukanlah hasil kerja satu atau dua pemain. Kesuksesan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, manajemen hingga dukungan masyarakat.
“Terima kasih kepada panitia dan pemerintah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Kami merasa bangga bisa meraih kemenangan setelah melalui tahapan panjang,” ujar Maya.
Ia berharap kompetisi sepak bola seperti Bupati Boltim Cup dapat terus mendapatkan dukungan pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, turnamen tidak semata-mata tentang mengejar trofi dan hadiah. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola berkualitas yang nantinya mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
“Kami berharap olahraga sepak bola mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun provinsi, serta seluruh masyarakat demi kemajuan persepakbolaan Sulawesi Utara,” tegasnya.
Dengan gelar back to back tersebut, Burako Alason bukan hanya mempertahankan trofi, tetapi juga menorehkan sejarah baru dalam perjalanan Bupati Boltim Cup.***