Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 29 Nov 2025 11:29 WITA ·

3,5 Triliun Dana Pemda se-Sulut Mengendap di Bank


Pemaparan kinerja APBN Sulut di Gedung Keuangan Negara (GKN), Bank Indonesia, Manado, Jumat 29 November 2025. Perbesar

Pemaparan kinerja APBN Sulut di Gedung Keuangan Negara (GKN), Bank Indonesia, Manado, Jumat 29 November 2025.

MANADO, kroniktotabuan.com – Serapan anggaran yang menjadi realisasi kegiatan program pembangunan di Sulawesi Utara (Sulut) belum maksimal. Hal itu tergambar pada realisasi belanja APBD tiap Pemerintah Daerah (Pemda) se-Sulut bergerak lambat sepanjang tahun ini.

Kondisi ini menyebabkan anggaran pemerintah daerah yang semestinya digunakan untuk pelayanan dan kebutuhan masyarakat justru mengendap di bank.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Sulut, Hari Utomo, mengungkapkan kinerja APBD di tiap daerah Sulut bergerak lambat. Ia mencatat angka rekonsiliasi Silpa per Oktober 2025 mencapai Rp3,509 triliun. Kemudian Silpa Oktober bertambah Rp173 miliar dari Silpa September 2025.

“Angka Rp3,5 Triliun ini adalah kas daerah, rekonsiliasi. Dana yang masih ada di bank ini seandainya dimanfaatkan atau realisasikan tentu akan memberi dampak bagi perekonomian daerah,” kata Utomo dalam pemaparan kinerja APBN Sulut di Gedung Keuangan Negara (GKN), Bank Indonesia, Manado, Jumat 29 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menggambarkan sejumlah sektor pembangunan bergerak lambat, sehingga mempengaruhi penyerapan anggaran tidak terealisasi.

“Belanja APBN sektor infrastruktur misalnya realisasi belanjanya baru Rp658 miliar. Itu baru 43 persen dari pagu anggaran infrastruktur APBD sebesar Rp1,49 triliun,” ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat juga berpengaruh terhadap pola belanja daerah. Banyak Pemda kini menunda sejumlah program karena harus menyesuaikan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan penghematan.

Pemda se-Sulut masih melakukan penyesuaian kegiatan dengan program strategis pemerintah yang berbasis efisiensi.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulut, Eureka Putra, menjelaskan kondisi ini tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran. Sehingga itu, Kemenkeu mendorong Pemda untuk dapat memacu kinerja.

“Ini uangnya ada tapi kesanggupan Pemda untuk mengelola masih kurang,” katanya.

Perlu diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh bupati/walikota, serta Sekda se-Sulut. Ini juga menjadi ‘PR’ bagi masing-masing daerah untuk memacu realisasi anggaran hingga tutup buku tahun 2025. Jika tidak segera diatasi, pola tersebut akan terus berulang setiap tahun dan menghambat efektivitas otonomi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Chipta Molanu)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Trending di Berita Daerah