
Penyebab Kematian Ribuan Ikan di Sungai Mo’ayat Masih Misterius
KOTAMOBAGU – Penyebab kematian ribuan ikan di muara Sungai Mo’ayat, Kelurahan Poyowa Besar, hingga kini masih belum dapat dipastikan. Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih melakukan penelusuran untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kepala DLH Kota Kotamobagu, Erwin Pasambuna, mengatakan hasil uji laboratorium tahap pertama terhadap sampel air dari salah satu kolam warga menemukan kandungan sianida. Namun, kadar zat tersebut masih berada di bawah ambang batas pencemaran lingkungan.
“Memang ditemukan kandungan zat berbahaya yang mengandung sianida, namun kami belum bisa menyimpulkan dari mana sumber zat tersebut berasal,” ujar Erwin.
Untuk memastikan kondisi perairan, DLH kemudian melakukan pengujian lanjutan dengan mengambil sampel air di sejumlah titik sepanjang aliran Sungai Mo’ayat. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan zat beracun pada sampel yang diuji.
“Hasil uji laboratorium tahap kedua menunjukkan negatif. Tidak ditemukan kandungan zat beracun,” katanya.
Meski demikian, temuan sianida pada pemeriksaan awal tetap menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan dugaan adanya kaitan dengan aktivitas pengolahan emas di wilayah hulu sungai.
Sejumlah pihak mendorong dilakukan investigasi lebih komprehensif untuk mengungkap penyebab kematian massal ikan tersebut sekaligus memastikan kelestarian ekosistem Sungai Mo’ayat tetap terjaga.
Hingga kini, pemerintah masih menunggu hasil kajian dan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian yang menghebohkan warga tersebut. (ewin)