
Junius Kembalikan Piala Bergilir kepada Wali Kota Wenny Gaib
KOTAMOBAGU, Kroniktotabuan.com – Perebutan tahta juara sepak bola tertinggi di Kota Kotamobagu kembali bergulir. Piala Wali Kota, yang sebelumnya menjadi milik PALTA United sebagai juara Wali Kota Cup VII tahun 2025, resmi diserahkan kembali kepada Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, SpM, oleh Junius Dilapanga selaku pembina PALTA United sekaligus Kepala Desa (Sangadi) Tabang.
Penyerahan trofi bergilir tersebut berlangsung di Stadion Nunuk, Kelurahan Matali, Senin petang (2/11/2026), sekaligus menandai dimulainya persaingan antartim dari 33 desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu.
Namun, laga pembuka langsung menghadirkan kejutan. PALTA United, sang juara bertahan, harus mengakui keunggulan DIM Pontodon Bersatu dengan skor tipis 0-1.

Gol penentu kemenangan DIM Pontodon Bersatu tercipta melalui bola pantulan yang mengenai kaki pemain PALTA United. Bola tersebut meluncur melewati penjagaan kiper dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Keunggulan itu bertahan hingga pertandingan berakhir. PALTA United pun harus menelan kekalahan pada laga perdana, sekaligus mengawali perjuangan mempertahankan gelar dengan hasil yang tak sesuai harapan.

Di tengah pertandingan, Wali Kota Weny Gaib hadir dalam seremoni pembukaan yang dilaksanakan saat jeda babak pertama. Dengan gaya santai, Weny sempat melontarkan candaan kepada pelatih utama PALTA United, Jamil Mokoagow, agar timnya mampu membalikkan keadaan.
“Tuli’ai, Mil (Jamil), ajar pa Pontodon,” seloroh Weny yang disambut riuh gelak tawa penonton.
Candaan tersebut menambah semarak suasana di Stadion Nunuk. Namun, dukungan sang wali kota belum mampu mengubah jalannya pertandingan.

Saat prosesi kick-off, Weny didampingi Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, SH, MH, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Sekretaris Daerah Sofian Mokoginta, SH, ME.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk kemenangan DIM Pontodon Bersatu.
Kekalahan sang juara bertahan di laga pembuka menjadi sinyal bahwa persaingan merebut Piala Wali Kota tahun ini dipastikan berlangsung ketat. Tahta juara kembali terbuka, sementara tim-tim dari 33 desa dan kelurahan kini memiliki kesempatan untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik. (adve)