Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 31 Mar 2021 20:55 WITA ·

Bukan Efek Vaksin, Pembengkakan Kaki Helmi Akibat Infeksi Bakteri


Bukan Efek Vaksin, Pembengkakan Kaki Helmi Akibat Infeksi Bakteri Perbesar

KOTAMOBAGU – Setelah sebelumnya beredar pemberitaan terkait adanya pembengkakan pada kaki seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotamobagu, Helmi Maskatie setelah mendapat suntikan vaksin Sinovac, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kotamobagu angkat bicara.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak RSUDKK, pembengkakan yang terjadi di kaki Helmi diakibatkan oleh bakteri dan bukan akibat vaksin Sinovac.

Baca Juga: Bertemu GM PLN Suluttenggo, Tatong Bahas Pasokan Listrik

Hal itu berdasarkan pemeriksaan darah lengkap oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu.

“Helmi menderita radang akibat infeksi bakteri yang bukan dikarenakan efek vaksin covid-19,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Kotamobagu yang juga Ketua Vaksinasi Covid-19,  dr. Lusiana M. Maramis, Rabu (31/3/2021).

Lusiana menambahkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat asam urat. Selanjutnya dilakukan konfirmasi lewat pemeriksaa penunjang yakni pemeriksaan darah lengkap atau pemeriksaan asam urat.

“Namun ketika hasilnya keluar, asam urat bersangkutan normal. Justru yang tinggi adalah kadar leokosit yang menunjukan infeksi bakteri radang. Sedangkan vaksin covid-19 itu untuk virus bukan bakteri,” ujarnya.

Saat ini Helmi sudah dirawat di RSUDKK sesuai dengan komitmen Pemkot melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu sampai tahap penyembuhannya.

“Saat hasil Lab keluar, kami pastikan tidak ada hubungannya pembengkakan kaki Helmi dengan vaksinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kotamobagu, Tanty Korompot mengatakan bahwa efek samping yang umum terjadi setelah vaksinasi adalah pusing, mual dan demam.

“Logikanya vaksin Sinovac adalah virus yang dilemahkan sedangkan penyebab bengkak pada kaki adalah bakteri bukan virus,” tambah Tanty.

Dia pun menjelaskan pada daerah yang bengkak itu banyak luka atau bekas luka, berarti kulit di daerah yang bengkak itu tidak intak (tidak utuh), ada lesi (perubahan abnormal) yang merupakan port d’entree kuman atau pintu masuk kuman atau bakteri.

Baca Juga  Gelar FGD Evaluasi Kotamobagu dalam Angka Tahun 2024 dan Pembinaan Statistik Sektoral, Sekda Apresiasi BPS Kotamobagu

“Diagnosanya adalah susp abses genu ec.dd artritis septik atau peradangan/infeksi bakteri di daerah persendian lutut. Jadi dugaan akibat vaksinasi covid-19 bisa terbantahkan karena  banyak faktor kebetulan yang bisa saja terjadi, tidak terkecuali bengkak pada kaki bertepatan setelah di vaksinasi,” terang dr Tanty.

“Ini dibuktikan dengan hasil laboratorium pada Selasa malam (30/3) kemarin bahwa Leucosit berjumlah 17.000, artinya ada infeksi bakteri,” tandasnya.(bto)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Bupati Bolsel Hadiri Pelantikan Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Sulut

4 Mei 2026 - 19:20 WITA

Bhayangkara Fun Run 2026 Jadi Magnet Olahraga, Sekayu Dipadati Pelari dari Berbagai Daerah

4 Mei 2026 - 13:30 WITA

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Trending di Berita Daerah