Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Daerah · 26 Nov 2025 16:17 WITA ·

Dua Petinggi KPK Turun ke Sulut, Bentuk Komitmen Pencegahan Korupsi


Pimpinan KPK datang ke Sulut melakukan rakor pencegahan korupsi. Perbesar

Pimpinan KPK datang ke Sulut melakukan rakor pencegahan korupsi.

MANADO, kroniktotabuan.com – Upaya pencegahan korupsi di Sulawesi Utara (Sulut) merupakan bentuk komitmen Gubernur Yulius Selvanus, dalam menjalankan pemerintahan yang bersih.

Kedatangan dua pejabat tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di ruang CJ Rantung kantor Gubernur, Rabu 26 November 2025, jadi pusat perhatian dalam agenda rapat koordinasi supervisi pencegahan korupsi dan peningkatan integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dua pejabat tinggi itu adalah Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, dan Sekretaris Jendral (Sekjen) KPK Cahya H Harefa.

Sementara hadir pada pelaksanaan rakor KPK ini, Wakil Gubernur Viktor Mailangkay, Ketua DPRD Fransiscus Silangen, Sekprov Sulut Tahlis Gallang, pimpinan OPD, Anggota Dewan Sulut, serta staf khusus.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubenur Viktor Mailangkay menyampaikan sambutan Gubernur Yulius Selvanus, atas nama pemerintah menyampaikan ucapan selamat datang kepada KPK RI.

Ia mengatakan kehadiran KPK di Sulut adalah energi positif dan menjadi penanda kuat untuk kemajuan daerah, karena rapat koordinasi ini memiliki esensi untuk pencegahan korupsi di lingkup Pemprov Sulut.

“Kami siap membuka diri dan berkomitmen penuh memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kepercayaan publik,” katanya.

Lanjutnya, pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi Pemprov Sulut dan KPK. Untuk itu, Ia berharap kolaborasi dan supervisi KPK dapat menjadi fasilitator khusus untuk menjalankan sistim tata kelola pemerintahan yang berintegritas, akuntabel, demi kebaikan dan kemajuan bersama.

“Kami siap menerima rekomendasi perbaikan, karena kita juga memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin bersih, profesional dan akuntabel untuk masyarakat Sulut,” jelasnya.

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo dalam sambutanya menyampaikan budaya anti korupsi harus dibentuk sejak awal. Pemerintah daerah harus menjadi teladan dengan sistim yang transparan dan bebas dari penyimpangan.

“Pendidikan anti korupsi dimulai dari dasar atau sejak dini,” katanya.

Kemudian Ibnu juga menyampaikan esensi dan dampak korupsi yang dapat merusak jati diri daerah dan bangsa ini. Sehingga itu, dalam penanganannya, KPK memiliki strategi trisula Pemberantasan tindak pidana korupsi, yakni pendekatan, pencegahan dan penindakan.

“Kami berharap Sulut aman dan baik-baik saja serta tidak ada korupsi,” harap Wakil Ketua KPK RI ini.

Sementara itu, Sekjen KPK Cahya H Harefa menekankan pentinya sistim adimistrasi yang solid dan kepatuhan terhadap tata kelola keuangan yang akuntabel.

“Perlu tata kelola yang solid, akuntabel dan terintegrasi dengan sistim pengawasan yang kuat,” katanya.

Sekedar diketahui, KPK menyoroti sejumlah aspek krusial untuk segera harus dibenahi, pelaporan LHKPN, digitalisasi layanan publik, perbaikan sistim barang dan jasa serta transparansi anggaran. (Chipta Molanu)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Pemkab Muba Dorong Percepatan Penyelesaian AGHT Tol Trans Sumatera

6 Mei 2026 - 16:08 WITA

Trending di Berita Daerah