Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 3 Jul 2020 15:30 WITA ·

Jumlah Anak Putus Sekolah di Bolmong Menurun, Strategi Disdik Jitu


Jumlah Anak Putus Sekolah di Bolmong Menurun, Strategi Disdik Jitu Perbesar

BOLMONG- Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Renti Mokoginta mampu menekan jumlah anak putus sekolah di Bolmong.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh media ini, sejak tahun 2017 hingga 2019, angka anak putus sekolah dalam neraca pendidikan menunjukan penurunan yang signifikan.

“Tahun 2017, jumlah anak putus sekolah ada 726 anak, tahun 2018 tinggal 255, dan di tahun 2019 masih ada sekitar 106 anak lagi. Saya berharap angka putus sekolah di Bolmong akan terus berkurang,” ujar Renti, Jumat (3/7/2020).

Kata Renti, ada beberapa strategi untuk menekan angka anak putus sekolah sebagai upaya mewujudkan visi misi Pemkab Bolmong tentang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Mulai dari mengambil inisiatif untuk turun langsung ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah terisolir.

Renti mengakui, saat kunjungannya ke desa Pomoman, Kecamatan Poigar, dan SD Kolingangaan kecamatan Bilalang, ia mendapati masih banyak anak yang putus sekolah karena kebih memilih berkebun.

“Ini miris sekali, pendidikan sangat penting bagi seluruh anak. Kalaupun anak itu sudah lulus SD, dia tak mau lagi melanjutkan pendidikannya di jenjang berikutnya karena terhambat jarak dan akses jalan yang kurang memadai. Kendati begitu, saya tetap berupaya mengingatkan kepada kepala sekolah dari masing-masing sekolah agar lebih giat lagi mengajak serta membangkitkan kembali gairah anak-anak tersebut untuk bersekolah. Kalau perlu, jemput dirumah mereka,” ujar Renti.

Sementara strategi lainnya yang disiapkan kata Renti, yaitu membuat sekolah satu atap (Satap) SD dan SMP dalam satu wilayah.

“Seperti yang terjadi di Dusun Gunung Saru, kita telah mengambil inisiatif untuk membuka kelas Satap di desa tersebut, mengingat ada sekira 15 anak yang putus sekolah dan tak mau lagi melanjutkan pendidikannya karena jarak dari desanya ke desa seberang tempat SMP berada, sangat jauh,” beber Renti.

Renti mengatakan, sejauh ini ada beberapa catatan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan usai melakukan peninjauan sekolah di pelosok.

“Fasilitas sekolah dan tunjangan guru pelosok juga menjadi salah satu catatan kami untuk ditindaklanjuti,” kata Renti.

Beber Renti, sejumlah guru di pelosok sudah tidak menerima lagi tunjangan guru pelosok. Padahal itu penting meningkatkan semangat pengajar di wilayah terpencil.

“Seperti di Desa Ikarad, sebagian sekolah tidak menerima lagi tunjangan guru di pelosok. Setelah kita cek ternyata pemberian tunjangan itu berdasarkan data pemberian pemberdayaan desa. Padahal tahun lalu ada, yang pasti kita akan tindak lanjuti,” tuturnya

Perlu diketahui, sepekan terakhir ini, tim dari Disdik Bolmong tengah gencar melakukan terobosan dengan berkunjung di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di beberapa wilayah pelosok di Bolmong. (len)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Bolmong Top! THR TPG 2025 Cair, Perhatian Yusra-Don untuk Guru Diapresiasi

5 Februari 2026 - 08:32 WITA

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Tasyakuran Puncak Hari Amal Bakti Kemenag RI ke-80 Berlangsung Khidmat, Bupati Yusra: Terus Melayani Umat dan Merawat Kerukunan.

3 Januari 2026 - 17:43 WITA

Kemenag Bolmong Wisudakan 1.029 Santri

13 November 2025 - 16:09 WITA

YSK Peduli Bencana Bolmong, Wabup Don Ucapkan Terima Kasih, Bantuan Langsung Disalurkan ke Warga

31 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Berkolaborasi Dengan Kemenag, Pemkab Bolmong Perdana Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

22 Oktober 2025 - 13:25 WITA

Trending di Berita Bolmong