Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Nasional · 9 Okt 2020 10:12 WITA ·

Jurnalis Hilang hingga Dianiaya saat Meliput Demo Penolakan Omnibus Law


Jurnalis Hilang hingga Dianiaya saat Meliput Demo Penolakan Omnibus Law Perbesar

JAKARTA – Seorang jurnalis media online Merahputih.com, Ponco Sulaksono, dikabarkan menghilang saat meliput demo menolak Omnibus Law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

“Sampai malam ini belum diketahui keberadaannya,” kata Kepala Kompartemen News merahputih.com, Alwan Ridha Ramdani lewat keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

Alwan mengatakan Ponco terakhir kali mengirimkan berita terkait demo penolakan UU Omnibus Law kepada redaksi pada pukul 15.14 WIB. Beberapa saksi, kata dia, Ponco ditangkap saat terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Beberapa saksi lain mengatakan Ponco sempat terjatuh saat kericuhan di sekitar Tugu Tani.

Alwan mengatakan tim redaksi Merahputih.com mencari ke sejumlah titik seperti Polsek Gambir, Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya, namun belum membuahkan hasil. Pencarian yang dilakukan oleh wartawan di rumah sakit di kawasan Gambir juga nihil.

Dua wartawan lainnya dari Suara.com Peter Rotti dan Adit Rianto diduga mengalami penganiayaan, intimidasi dan perampasan alat kerja oleh aparat polisi. Pada pukul 18.00 WIB, kedua jurnalis itu tengah merekam video aksi di sekitar halte Transjakarta Bank Indonesia.

Pemimpin Redaksi suara.com Suwarjono mengatakan Peter merekam aksi para polisi menganiaya mahasiswa yang ikut unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Tiba-tiba seorang berpakaian sipil serba hitam menghampirinya, disusul enam polisi berseragam. “Para polisi itu meminta kamera Peter, namun Ia menolak sambil menjelaskan bahwa di wartawan,” kata Suwarjono dalam keterangan tertulis.

Peter sempat menawarkan jalan tengah untuk menghapus video dugaan penganiayaan itu. Namun, kata Suwarjono, justru Peter yang menjadi korban penganiayaan berikutnya. Suwarjono mengatakan Peter diseret, sambil dipukuli dan ditendang oleh segerombolan polisi. “Saya diseret dan digebukin, tangan dan pelipis saya memar,” kata Peter dikutip dari rilis.(*)

tempo

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta, Lihat Jadwal dan Syarat di Sini!

6 April 2026 - 10:57 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran THR ASN, Ini Jadwalnya!

23 Februari 2026 - 12:05 WITA

Trending di Berita Ekonomi