Menu

Mode Gelap

Berita Hukum

Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE


27 Mar 2019 07:29 WITA


 Jurnalis yang Bukan Orang Berada Ini, Ajukan Pembelaan dari Jeratan UU ITE Perbesar

KOTAMOBAGU – Sempat molor satu jam, sidang kasus Supriadi Dadu alias Uping, Pemimpin Redaksi (Pemred) media siber klikbmr.com akhirnya digelar, Selasa (26/3/2019) pukul 15.15 WITA, di Pengadilan Negeri Kelas 2 Kotamobagu.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dewantoro SH, MH  dan Noula Maria Magdalena Pangemanan SH M.Hum ini dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa yang diawali pembacaan pledoi dari kuasa hukum terdakwa.

Dalam pembelaannya, tim kuasa hukum yang dibacakan oleh Tri S Putra Saleh SH mengungkapkan, tidak sepakat dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menjerat kliennya menggunakan UU ITE.

“Supriadi Dadu adalah seorang Jurnalis, dalam melaksanakan tugas, seorang Jurnalis dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga penerapan UU ITE keliru,” kata Tri Saleh Putra SH yang didampingi Jein Djauhari SH.MH, Rosiko Hadi SH dan Eldy Noerdin SH.

Sementara itu, Supriadi Dadu dalam pledoi yang Ia bacakan meminta majelis Hakim untuk dapat memutus kasus ini seadil-adilnya. Menurut Uping, dia selama ini sangat kooperatif dari awal hingga saat persidangan.

“Selama kasus ini berproses di kepolisian, saya harus berupaya mencari uang untuk menghadiri panggilan atas aduan pengacara pelapor di Dewan Pers-Jakarta.

Sebagai pekerja pers yang bukan orang berada, Supriyadi mengungkapkan betapa dirinya harus berjuang dalam segala keterbatasan agar keadilan dia peroleh.

“Sulit bagi saya dalam waktu yang pendek harus mencari ongkos pesawat pulang-pergi Jakarta-Kotamobagu, apalagi saya bukan orang berada, pun tidak punya sanak-saudara di Jakarta. Namun dengan segala keterbatasan, pinjam sana-sini, saya akhirnya bisa sampai ke kantor Dewan Pers Jakarta. Walau akhirnya pun proses atas aduan terhadap saya di Dewan Pers itu tak jelas ujungnya,” ujar Uping.

Orangtuanya bangga dengan profesi jurnalis yang dijalankan dan memberinya restu dalam pekerjaan ini.

“Bagi kedua orang tua saya, pekerjaan saya sebagai wartawan adalah pekerjaan yang membanggakan, mereka senang melihat aktifitas saya, tak jarang saya sering cerita hal-hal apa saja yang saya temui dalam meliput. Sehingga dengan penuh restu, mereka selalu memperhatikan saya menjalani hari-hari bertugas meliput berita hingga membangun kantor kecil sendiri bersama kawan-kawan wartawan,” jelasnya.

Ketika dirinya harus menjalani proses hukum akibat produk berita, kesedihan orangtuanya tak terhindarkan.

“Kebanggaan itu mungkin yang membuat kesedihan orang tua saya tak dapat dibendung, betapa kagetnya orang tua saya melihat saya harus berurusan dengan hukum karena bekerja sebagai wartawan. Pak hakim yang mulia, jangan hukum saya hanya karena menulis berita. Saya bukan pelaku kriminal, saya bukan penjahat,” tukasnya.

Dalam sidang ini, turut hadir puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis BMR. Terlihat orang tua dan istri dari Uping berada di ruangan sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum yang diwakili Maryanti Lesar SH kepada majelis Hakim mengatakan, akan memberikan jawaban atas pledoi dari terdakwa pada Selasa pekan depan. (ahr)

Komentari
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bersama Forkopimda, Pj Walikota Kotamobagu Tinjau Kegiatan Monuntul

7 April 2024 - 09:30 WITA

BRI Kanca Kotamobagu Salurkan Bingkisan Kepada Pekerja Dasar dan Purnatugas BRI

3 April 2024 - 22:34 WITA

Pj Walikota Buka Musrenbang Penyusunan RKPD Kotamobagu Tahun 2025 dan RPJPD 2025-2045

3 April 2024 - 19:08 WITA

Bersama Forkopimda, Pj Walikota Kotamobagu Tinjau Pasar Senggol di Kelurahan Gogagoman

3 April 2024 - 19:00 WITA

Ini Besaran Target PAD Pemkot Kotamobagu Tahun 2024

2 April 2024 - 21:22 WITA

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Kotamobagu Gelar  Operasi Pasar Murah

2 April 2024 - 21:10 WITA

Trending di Berita Daerah