Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 27 Mar 2019 09:27 WITA ·

Suplai Mengetat, Harga Minyak Panas Lagi


Suplai Mengetat, Harga Minyak Panas Lagi Perbesar

JAKARTA – Harga minyak mentah kembali memanas didorong upaya pembatasan produksi oleh OPEC dan aliansinya.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei 2019 diperdagangkan di level US$59,97 per barel pada pukul 4.45 sore waktu setempat di New York Mercantile Exchange, setelah ditutup menguat sekitar 1,9% di level US$59,94 per barel pada perdagangan Selasa (26/3/2019).

Adapun minyak Brent untuk pengiriman Mei berakhir menanjak 76 sen di level US$67,97 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan di premium US$8,03 terhadap WTI.

Kepada awak media di Moskow, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan Rusia kemungkinan akan mencapai komitmen pengurangan produksinya sebesar 228.000 barel per hari pada akhir bulan ini.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya (OPEC+) telah sepakat untuk membatasi produksi mereka guna menghadapi kelebihan pasokan global.

Sementara itu, penutupan yang telah berlangsung selama empat hari di Houston Ship Channel pascakebakaran tangki dan tumpahan bahan kimia telah mengganggu jaringan pasokan.

“Kita kembali ke dalam mode reli,” ujar John Kilduff, mitra di Again Capital LLC. “Kita melihat penurunan pasokan stabil yang membuat harga minyak kembali ke level US$60 dan semua orang berupaya mencari tahu dampak dari gangguan di Houston Ship Channel.”

Harga minyak telah menguat sekitar 32% sepanjang tahun ini karena OPEC dan aliansinya menerapkan pengurangan produksi demi mencegah surplus global.

Pada saat yang sama, sanksi pemerintah AS terhadap Iran dan Venezuela semakin menekan pasokan, sekaligus membuat pasar yang mengetat menjadi lebih rentan terhadap gangguan seperti di Houston.

“Ekspektasinya adalah OPEC+ akan mempertahankan rencana pengurangan [produksi minyak] sebesar 1,2 juta barel per hari selama yang diharapkan agar pasar mencapai keseimbangan,” ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities, Toronto.

Sementara itu di AS, American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan peningkatan stok minyak mentah sebesar 1,93 juta barel pekan lalu.

API juga melaporkan peningkatan jumlah suplai minyak di Cushing, Oklahoma, sebesar 688.000 barel, sedangkan persediaan bensin dan minyak distilat masing-masing menurun 3,47 juta dan 4,28 juta. Data badan energi AS Energy Information Administratin dijadwalkan akan dirilis Rabu (27/3/2019).(*)

bisnis

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET

23 April 2026 - 13:02 WITA

Pemkot Pastikan Ketersediaan dan Harga Elpiji 3 Kilogram di Kotamobagu

13 April 2026 - 13:31 WITA

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Trending di Berita Daerah