Berita Daerah

Karyawannya Diberitakan Meninggal Karena Covid-19, PT JRBM Berikan Klarifikasi

Foto Berita Daerah

KRONIK TOTABUAN – PT JRBM memberikan klarifikasi terkait meninggalnya salah satu karyawannya di di lokasi Site beberapa waktu lalu.

Pihak manajemen JRBM melalui Maneger External, Dwi Broto mengatakana bahwa karyawan yang meninggal tersebut tidak benar meninggal karena terpapar Covid-19.

“Saat ini kami sedang berduka, karyawan kami ini meninggal karena serangan jantung bukan karena Covid-19 sebagaimana yang banyak diberitakan, Ini hasil terakhir yang kami dapatkan dari pengecekan dan evaluasi, yang bersangkutan dalam keadaan sehat tidak dalam keadaan sakit,” ungkap Broto.

Broto juga menambahkan bahwa setiap 5 hari, pihaknya melakukan swab antigen untuk karyawan yang ada di dalam Site.

Baca Juga: Terkait Berita Karyawan Lakukan Isolasi di Hotel, Ini Penjelasan Pihak JRBM

“Untuk yang sudah ada di dalam Site rutin kami lakukan Swab Antigen setiap lima hari. Hal ini kami lakukan sudah sejak lama, dan tidak hanya berlaku bagi karyawan yang masuk atau keluar dari Site,” lanjutnya.

Broto juga mengatakan bahwa pihak PT JRBM saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Jumat (16/7/2021) juga sudah berkomitmen akan secara konsisten dan berkordinasi dengan Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan sebagai Satgas Covid-19.

“Setelah ini kami akan berkordinas dengan pihak Dinkes terkait dengan perkembangan penanganan karyawan yang di isolasi,” ungkapnya.


Broto juga menjelaskan bahwa perusahaan juga mempunyai Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak hotel tempat karyawan yang diisolasi mandiri dimana dalam MoU tersebut pihak hotel tidak boleh menerima tamu darimanapun serta karyawan isolasi mandiri akan terus menerus dipantau oleh pihak perusahan.

“Selain itu karyawan yang sedang isolasi mandiri, kamarnya diberikan khusus untuk 1 orang saja. Kami juga menempatkan security sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) dalam Hotel untuk mengawasi dan menjaga karyawan, juga sekaligus pihak penghubung karyawan dgn keluarga,” jelasnya.

Sementara itu dalam penerapan Prosedur Kesehatan (Prokes), Broto juga menjelaskan bahwa PT JRBM juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apabila ada karyawan yang akan masuk site, akan diswab antigen terlebih dahulu serta dikarantina selama 7 hari.

“Lalu selanjutnya dilakukan swab PCR dan apabila hasilnya negativ, karyawan diperbolehkan masuk ke area site. Begitu pula kepada karyawan yang akan keluar site, mereka wajib melakukan swab komplit dan dipantau oleh tim dokter perusahaan,” terangnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa selain itu, karyawan yang terinfeksi virus corona juga dipantau setiap harinya oleh tim dokter perusahaan. Tidak hanya bagi karyawan yang dirawat di Rumah sakit, namun juga yang melakukan isolasi mandiri  baik di rumah maupun tempat karantina.

“Setiap harinya, seluruh karyawan juga wajib memeriksakan suhu tubuh, serta saturasi oksigen dan gejala-gejala yang sedang dirasakan oleh karyawan. Dan hal tersebut dilaporkan setiap pagi dan malam melalui aplikasi “Self-Monitoring” perusahaan. Ini tidak hanya untuk JRBM, namun seluruh anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk.,” tandasnya. (*/Retho)

Jangan lupa bagi para pembaca bisa baca berita selanjutnya dan pantau situs KronikTotabuan.com yang akan terus memberikan informasi menarik lainnya.

Berita Populer

To Top