Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 24 Sep 2019 14:07 WITA ·

Nilai Jual Tinggi, Petani Mulai Kembangkan Vanili di Poyowa Besar


Nilai Jual Tinggi, Petani Mulai Kembangkan Vanili di Poyowa Besar Perbesar

KOTAMOBAGU- Tanaman vanili mulai jarang ditemui di Kota Kotamobagu. Padahal tanaman yang dijuluki “Si Emas Hijau” ini punya nilai jual tinggi. Satu kilogram harganya mencapai jutaan rupiah.

Peluang ini dilihat oleh Rudi Mokodompit, salah satu petani di Desa Poyowa Besar I, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Lahan perkebunannya yang luas dia manfaatkan untuk menanam komoditas vanili.

Rudi membuat lahan yang ditanami vanili terlihat rapi. Jika biasanya petani memanfaatkan pohon hidup untuk tempat vanili menjalar dan berkembang, Rudi punya cara lain.

Luas lahan sekira 20 X 50 meter dia dirikan ratusan tiang permanen dari batu bata. Tinggi setiap tiang mencapai 2,5 sampai  3 meter. Di bawahnya bedengan tanah ditutu[ dengan sabut kelapa.

Di situ vanili ditanam dan mulai menjalar naik ke tiang-tiang yang ada. Di atasnya ditutup rapat dengan paranet (semacam kelambu) untuk menghindari sinar matahari langsung. Di sekelilingnya dipagari.

“Kebiasaan lama kita bahwa vanili ditanam dan dibiarkan menjalar di pohon hidup, itu justeru yang membuat kualitas dan harganya bisa jatuh. Karena aroma wanginya akan diserap oleh pohon itu. Nah, kalau kita buat tiang permanan seperti ini, aromanya itu tidak berkurang dan kualitas vanili akan lebih baik,” ungkap Rudi kepada Kronik Totabuan, Selasa (24/9/2019), di kebun vanilui miliknya.

Dia mengatakan, sudah banyak yang datang belajar kepadanya cara mengembangkan komoditas vanili seperti yang dia lakukan.

“Termasuk cara perawatan, mengatasi hama, sampai vanili berbuah, saya berikan semua. Sipapun datang belajar atau bertanya, saya bantu,” katanya.

Untuk pemasaran, Rudi, tak khawatir kalau sudah mulai panen nanti.

“Malah baru begini saja sudah ada yang datang menawarkan. Kata mereka kalau sudah panen biar mereka yang ambil. Tak sulit memasarkan. Harga jualnya juga tinggi,” pungkasnya. (zha)

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Pemkot Kotamobagu Gelar Upacara Hari Kartini dan Hari Otda 2026

29 April 2026 - 13:58 WITA

Trending di Berita Daerah