Berita Politik

Bapemperda DPRD KK Kunker Ke Kemenkumham Sulut

Bapemperda DPRD KK Kunker Ke Kemenkumham Sulut

KOTAMOBAGU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu melalui Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) melakukan harmonisasi perubahan draf  rancangan Perda  nomor 4 tahun 2015 tentang  pemilihan sangadi (Pilsang) bersama  Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan ini dipimpin ketua Bapemperda Dekot Kotamobagu Beggie Ch Gobel didampingi anggota Yossy Samad, Eka Mashoeri dan Alfitri Tungkagi serta dari pihak Pemkot utusan bagian Hukum, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang dilaksanakan di kantor Kemenkumham Provinsi Sulut Jumat (05/02)kemarin.

Bapemperda DPRD KK Kunker Ke Kemenkumham Sulut

Ketua Bapemperda Beggie Ch Gobel mengatakan bahwa tujuan yang pertama adalah untuk menyelaraskan per undang undangan yang lebih tinggi dengan peraturan yang dirujuk oleh perubahan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang pilsang.

“intinya bagaimana supaya apa yang tertuang di draf rancangan Perda tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi itu yang diharmonisasi kemarin oleh teman teman dari Kemenkumham,”ucapnya.

Bapemperda DPRD KK Kunker Ke Kemenkumham Sulut

Lanjut Beggie,adapun hal yang kembali diperiksa tentang draf termasuk kesalahan ketik dan sebagainya, kemudian peraturan peraturan baru yang membuat Perda nomor 4 tahun 2015 itu diubah terutama menyangkut protokol kesehatan karena rencananya pelaksanaan pilsang  pada bulan November, jadi di bulan Juli tahun 2021 ini rangkaian tahapanya sudah mulai dilaksanakaan makanya sebelum pelaksanaanya tentu ada peraturan yang dirujuk dalam hal ini perubahan perda nomor 4 tahun 2015.

“pada pelaksanaan nanti itu di amanatkan oleh draf perubahan untuk tata cara protap kesehatan dengan asumsi bahwa pandemi ini belum berakhir, karena sebelum dilakukan pembahasan di dewan ini harus diharmonisasikan terlebih dahulu dengan Kemenkumham,”tambahnya.

Bapemperda DPRD KK Kunker Ke Kemenkumham Sulut

Sementara itu Alfitri Tungkagi,salah satu anggota yang ikut dalam pembahasan  bersama Kemenkumhan Provinsi Sulut ini mengatakan bahwa sebelum pembahasan di Dewan kita harus menyelaraskanya dulu dengan Kemenkumham.

“tujuanya untuk penyelarasan draf Ranperda perubaahan Perda nomor 4 tahun 2015 tentang pilsang,” ujarnya.(*)

To Top