Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 24 Mar 2018 14:12 WITA ·

Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya!


Apa Nama Pakaian Adat yang Dipakai Yasti di HUT ke-64 Bolmong? Ini Jawabannya! Perbesar

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, menggunakan pakaian adat.

BOLMONG– 23 Maret 2018 kemarin, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) genap 64 tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar banyak kegiatan termasuk upacara peringatan di lapangan kantor bupati.

Upacara tersebut kental dengan nuansa adat. Semua peserta upacara menggunakan pakaian adat Mongondow. Namun ada yang berbeda. Pakaian adat yang digunakan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow tampak lain dari peserta upacara lainnya.

Pakaian adat seperti dipakai Yasti belum pernah digunakan para bupati sebelumnya. Modelnya tetap seperti Salu’ (Pakaian adat perempuan), namun ada pengikat kepala ditambah dengan tongkat.

Banyak warga penasaran, apa nama pakaian adat yang dipakai orang nomor satu di Bolmong itu?

Ketua Lembaga Warisan Budaya Bolaang Mongondow Raya (BMR), Chairun Mokoginta, menjelaskan, pakaian adat yang digunakan Bupati Yasti namanya adalah Tapaluk.

Tapaluk adalah pakaian kebesaran daerah yang digunakan para Bogani pada zamannya,” ungkap Chairun, Sabtu (243/2018).

Yasti Soepredjo Mokoagow

Chairun menjelaskan, Bogani adalah pemimpin di kelompok masyarakat sebelum sistem kerajaan berlaku. “Ketika sistem kerajaan berlaku mereka para Bogani dijadikan panglima perang,” ujarnya.

Dia menambahkan, pakaian adat yang digunakan bupati adalah simbol pakaian pemimpin tertinggi di daerah Bolaang Mongondow dan sangat sakral.

Menurut Chairun, Yasti adalah bupati pertama dari 15 Bupati Bolmong terdahulu yang menggunakan Tapaluk. Sejak 1954 belum ada yang menggunakan pakaian ini.

“Yang bisa menggunakan Tapaluk adalah para Bolian atau penerus tradisi Bogani. Baju ini bisa dipakai kalau diminta untuk dipakai, karena baju tersebut merupakan baju kebesaran daerah,” ucapnya.

Chairun menyebut pada pakaian Tapaluk terdapat beberapa bagian, yakni bagian kepala disebut Papodong, yang diikat pada lengan tangan adalah Batakan, kain melingkari tubuh disebut Bandang, pada pinggang disebut Bongkol.

“Yang di tangan itu Pateda namanya, ada juga Lingkit digantung di lengan,” ujarnya. (zha)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

HK Anggota DPRD Kotamobagu Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan Rp300 Juta, Korban Dijanjikan Proyek

12 Mei 2026 - 12:10 WITA

Trending di Berita Daerah