Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Politik · 9 Jun 2020 21:02 WITA ·

Covid-19, Anggaran Penguatan Ketahanan Pangan di Kotamobagu Hanya Rp157 Juta


Covid-19, Anggaran Penguatan Ketahanan Pangan di Kotamobagu Hanya Rp157 Juta Perbesar

KOTAMOBAGU– Di tengah pandemi Covid-19 yang entah berakhir kapan, penguatan ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Sejumlah daerah melakukan itu dengan membagikan bibit, pupuk, dan bantuan lainnya. Tujuannya meskipun Covid-19 masih berlangsung, masyarakat tidak akan mengalami kekurangan pangan.

Namun itu tidak dilakukan Pemkot Kotamobagu. Penguatan ketahanan pangan tidak menjadi perhatian di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta, tidak adanya perhatian terhadap penguatan pangan bisa dilihat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pertanian.

Padahal, kata Adrianus, anggaran yang direfocusing dan direalokasi oleh Pemkot Kotamobabu untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 sangat besar. Mencapai Rp87 miliar.

“Hanya Rp157 juta dana dari refocusing dan realokasi yang diberikan ke Dinas Pertanian. Itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Kepala Dinas Pertanian di hearing tadi,” beber Adrianus, Selasa (9/6/2020) di kantor DPRD.

Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag menyayangkan kecilnya dana yang diberikan ke Dinas Pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Meiddy mengatakan, meski Kotamobagu berstatus kota, tetapi masyarakat sebagian besar adalah petani.

“Sehingga penting diberi perhatian dengan bantuan-bantuan. Supaya ketahanan pangan kita tetap terjaga. Di daerah lain seperti Bolaang Mongondow melakukan itu, dan itu artinya masyarakat di sana tidak akan kekurangan pangan meski pandemi ini sampai akhir tahun,” katanya.

Pemkot Kotamobagu, kata Meiddy, harusnya peka dan membantu petani di tengah situasi seperti ini.

“Apa gunanya refocusing anggaran kalau anggaran hanya diparkir, tidak digelontorkan ke masyarakat dalam bentuk program seperti penguatan pangan. Ini sangat disayangakan,” katanya.

Ketua Komisi II Jusran Deby Mokolanud juga menyayangkan kecilnya anggaran untuk penguatan ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19.

“Harusnya sektor pertanian, penguatan ketahanan pangan diperhatikan serius. Tapi kalau anggarannya kecil begitu, untuk apa coba,” ujar Jusran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kotamobagu Muhammad Yahya mengaku anggaran di dinasnya hanya Rp157 juta.

Kepala BPKD Kotamobagu Sugiharto Yunus membebarkan jika anggaran yang direfocusing untuk Covid-19 hanya Rp157 juta ke Dinas Pertanian dan Peternakan. (nza)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Iskandar-Deddy Kembali Pimpin PDI Perjuangan Bolsel

24 Desember 2025 - 10:04 WITA

Legislator Minta Pemkot Kotamobagu Pastikan Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Nataru

9 Desember 2025 - 16:50 WITA

Agus Suprijanta Ingin Hak ASN Tidak Dikorbankan di APBD 2026

9 Desember 2025 - 16:26 WITA

Banggar DPRD Kotamobagu Koreksi Isi KUA-PPAS 2026

9 Desember 2025 - 16:15 WITA

Banggar DPRD dan TAPD Kotamobagu Lanjutkan Pembahasan KUA-PPAS 2026

2 Desember 2025 - 15:50 WITA

Trending di Berita Politik