Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Sulawesi Utara · 7 Jan 2020 14:32 WITA ·

Hasil Intervensi OD-SK, Harga Kopra di Sulut Tembus Rp8.000


Hasil Intervensi OD-SK, Harga Kopra di Sulut Tembus Rp8.000 Perbesar

MANADO– Harga jual kopra di Sulawesi Utara (Sulut) mulai membaik. Saat ini menyentuh Rp8.000 per kilogram.

Kembali berkibarnya harga produk turunan kelapa atau “emas hijau” ini membuat petani kelapa di Bumi Nyiur Melambai bisa tersenyum dan bersemangat lagi.

Kadisperindag Sulut Edwin Kindangen mengatakan, naiknya harga kopra saat ini karena intervensi dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw (OD-SK).

Kindangen menuturkan, ketika harga korpra terjun bebas, Pemprov Sulut tak tinggal diam namun terus mencari solusi untuk mengatasinya. Salah satunya dengan mengumpulkan pihak pembeli pada tahun 2018 lalu agar dapat membeli kopra petani dengan harga yang layak.

Saat itu, pihak perusahaan berani membeli kopra pada kisaran harga Rp 5.000 per kilogram untuk kopra dengan kualitas baik. Seiring waktu berjalan, harga kopra terus meroket hingga sekarang.

“Dari harga yang bercokol di kisaran Rp 5.000/kg, ternyata terus merangkak naik hingga kini di awal tahun 2020, harga di tingkat petani telah menembus nilai Rp 8.000 per kilogram,” kata Kindangen di Manado, Senin (6/1/2020) kemarin.

Selain itu, Pemprov Sulut juga melakukan upaya lainnya, yaitu dengan mengembangkan industri minyak goreng kelapa skala kelompok tani melalui pemberian bantuan mesin produksi minyak kelapa untuk kelompok tani yang akan mengelola industri minyak goreng kelapa.

Tak dapat dipungkiri, naiknya harga kopra menguntungkan sektor perekonomian Sulut khususnya petani kelapa. Untuk itu, Kindangen berharap, keadaan ini dapat bertahan bahkan bisa terus naik.

Lebih lanjut, Kindangen berharap kelompok petani kelapa di kabupaten dan kota di Sulut dapat terus berinovasi mengolah berbagai produk turunan kelapa lainnya diluar kopra.

“Produk turunan kelapa jika diolah dengan baik bernilai ekonomi tinggi. Ini upaya juga meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (*/zha)

Sumber: hubmaspemprovsulut.com

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sulut Diguncang Gempa 7,6 SR Potensi Tsunami, Gubernur YSK Imbau Warga Tetap Tenang

2 April 2026 - 09:11 WITA

Tinggal Tunggu Pergub, Dikda Sulut Jamin TPG 13 dan THR TPG 2025 Segera Dibayarkan ke Guru

28 Januari 2026 - 14:11 WITA

Guru SMA, SMK dan SLB di Sulut Belum Terima TPG 13 dan THR TPG 2025, Apa Penyebabnya?

28 Januari 2026 - 13:22 WITA

Tak Penuhi Jam Mengajar, Banyak Guru SMA/SMK Sulut Gagal Terima TPG di 2025, Harap Pemprov Cari Solusi di 2026

5 Januari 2026 - 13:57 WITA

Gubernur YSK Open House Natal Bersama Warga Kakas dan Remboken

27 Desember 2025 - 09:08 WITA

Menteri Agama Nazaruddin Umar Menerima Gelar Adat Mongondow dan Hibah Tanah Kampus di Bolmong

24 Desember 2025 - 15:35 WITA

Trending di Berita Daerah