Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Olahraga · 16 Okt 2016 11:43 WITA ·

Kemenpora Sambut Baik Surat Balasan FIFA


Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto. Perbesar

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi balasan surat dari FIFA. Dalam suratnya, federasi sepakbola di dunia itu tidak menyebut Kemenpora telah melakukan intervensi.

Dalam surat resmi tertanggal 14 Oktober 2016, yang ditujukan pada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S Dewa Broto, FIFA memberitahukan bahwa Executive Committee (Exco) PSSI telah memutuskan untuk menunda waktu pelaksanaan Kongres Pemilihan. Kongres yang semula dijadwalkan pada 17 Oktober, dirubah menjadi 10 November di Jakarta

FIFA, dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal mereka, Fatma Samoura ini juga mengaku paham dan bisa menoleransi alasan Exco PSSI dalam menunda kongres. Mereka beralasan pemindahan lokasi dari Makassar ke Jakarta akan mempengaruhi urusan logistik dan persiapan lain.

Namun demikian, FIFA mengingatkan, bahwa tidak akan boleh lagi ada penundaan waktu karena tanggal 10 November 2016 tersebut adalah paling lambat untuk pelaksanaan Kongres PSSI. Pada bagian akhir dalam suratnya, FIFA juga menegaskan telah merestui para kandidat yang bakal bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Exco PSSI.

“Sejak semula saat Kemenpora pada tanggal 9 September  2016 menerbitkan rekomendasi Kongres PSSI yang menunjuk Yogyakarta untuk kongres, Kemenpora merasa yakin itu bukan bentuk intervensi pemerintah. Itu hanya sebagai tanggung-jawab pemerintah agar PSSI bersama-sama pemerintah menata kembali PSSI dari kota dimana PSSI pernah lahir,” ujar Gatot S Dewa Broto melalui rilis yang diterima oleh Bola.net, Sabtu (15/10).

“Demikian pula ketika pada tanggal 12 Oktober 2016 Menpora bersama Plt Ketua Umum PSSI, Sekjen PSSI dan Ketua Kehormatan PSSI bersepakat agar rekomendasi Menpora akhirnya direncanakan untuk Jakarta atas dasar kepentingan yang lebih besar dari pada memperdebatkan antara Makassar dan Yogyakarta, maka Kemenpora pun juga merasa yakin bahwa itu bukan bentuk intervensi,” tambahnya.

“Keyakinan ini terbukti pada saat surat FIFA tertanggal 14 Oktober 2016 tersebut diterima, karena FIFA tidak menegur pemerintah, sehingga menjadi kewajiban pemerintah untuk menjaga hubungan baik dengan FIFA,” tutupnya. (fbn/alk)

Sumber : Fifa-Bola.net

 

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Ketua Askot PSSI Kotamobagu Bagi-bagi Bola di Pembukaan Matali Cup V

27 April 2026 - 14:09 WITA

Bolsel FC dan Persma 1960 Terima Bonus Usai Lolos Liga 4 Nasional

21 April 2026 - 18:52 WITA

Bolsel FC Lolos ke Liga 4 Nasional, Dampingi Persma 1960

19 April 2026 - 19:20 WITA

Menanti Juara Baru, Palta United vs Kobo Besar FC di Final Walikota Cup 2025

27 Desember 2025 - 17:56 WITA

Marabunta FC vs Aruman Jaya, Duel Dua Tim Terluka di Perebutan Juara Ketiga

22 Desember 2025 - 10:34 WITA

Trending di Berita Daerah