Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 9 Mar 2019 09:06 WITA ·

Kementerian PUPR Alokasikan Rp2,6 Triliun Untuk 6.873 Unit Rusun


Kementerian PUPR Alokasikan Rp2,6 Triliun Untuk 6.873 Unit Rusun Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2019 ini akan membangun 6.873 unit satuan rumah susun (rusun) dan 2.130 unit rumah khusus (rusus) sebagai baian dari Program Satu Juta Rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH mengatakan untuk program pembangunan Rusus yang diperuntukan diantaranya bagi nelayan, masyarakat perbatasan dan korban bencana selama 4 tahun (2015-2018) telah terbangun sebanyak 22.358 unit.

Pembangunan Rusus dilanjutkan tahun 2019 sebanyak 2.130 unit dengan anggaran Rp 551 miliar.

“Alokasi tersebut merupakan bagian dari total anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Rp 7,82 triliun. Pada tahun 2019 juga akan dibangun 6.873 unit satuan Rusun dengan alokasi dana Rp 2,6 triliun,” ujar Khalawi saat jumpa pers di kantor Kementerian PUPR, Jumat (8/3/2019).

Kementerian PUPR juga memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah. Dalam kurun 4 tahun (2015-2018), program BSPS telah meningkatkan kualitas rumah menjadi rumah layak huni sebanyak 494.169 unit.

Pada 2019, program BSPS ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 206.500 unit rumah tidak layak huni melalui dua kegiatan yakni peningkatan kualitas rumah sebanyak 198.500 unit dan pembangunan baru 8.000 unit. Total anggaran program rumah swadaya dalam APBN 2019 sebesar Rp 4,28 Triliun.

“Rumah swadaya merupakan prioritas utama tahun ini. Sebab, program rumah swadaya terbukti langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil, khususnya di pedesaan,” kata Khalawi.

Khalawi menambahkan, Kementerian PUPR pada tahun 2019 juga mengalokasikan anggaran untuk bantuan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) berupa jalan lingkungan, tempat pengelolaan sampah terpadu serta sistem air bersih yang baik diharapkan mampu membuat masyarakat lebih nyaman tinggal di rumah bersubsidi pemerintah.

“Pada tahun 2019, alokasi anggaran untuk PSU sebesar Rp 123 miliar untuk 13.000 unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Selain pembangunan rumah, pemerintah juga menyalurkan sejumlah skema subsidi untuk meningkatkan kemampuan MBR memiliki rumah, yakni KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono mengatakan, realisasi penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 5 Maret 2019, telah mencapai Rp 37,82 triliun untuk 588.268 unit rumah.

“Terdapat 5 Provinsi terbesar yang menyerap KPR FLPP. Paling besar yakni Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 12,81 triliun, diikuti Banten sebesar Rp 3,42 triliun, Jawa Timur sebesar Rp 1,88 triliun, Kalimantan Selatan sebesar Rp 2,17 triliun dan Sumatera Utara sebesar Rp 1,85 triliun,” ujarnya.(*)

Bisnis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET

23 April 2026 - 13:02 WITA

Pemkot Pastikan Ketersediaan dan Harga Elpiji 3 Kilogram di Kotamobagu

13 April 2026 - 13:31 WITA

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Trending di Berita Daerah