Menu

Mode Gelap

Berita Politik

Megawati: Masih Ada yang Pertentangkan Agama dan Pancasila


19 Agu 2020 08:45 WITA


 Megawati: Masih Ada yang Pertentangkan Agama dan Pancasila Perbesar

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyebut masih ada kelompok yang mempertentangkan konsep agama dan negara meski Indonesia sudah menginjak usia 75 tahun kemerdekaan. Hal ini disampaikan Megawati saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada acara peluncuran buku karya politikus PDI Perjuangan Hamka Haq bertajuk Asas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Jejak Pemikiran Soekarno.

“Pada usia 75 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia masih saja ada pihak yang mencoba mempertentangkan prinsip-prinsip bernegara kita. Hubungan antara agama dengan negara, agama dengan Pancasila, bahkan mengutak-atik prinsip negara,” kata Megawati dalam webinar virtual, Selasa (18/8/2020).

Padahal, Megawati mengatakan, prinsip berbangsa dan bernegara itu telah selesai dan disepakati oleh para pendiri bangsa bersama para alim-ulama. Ia menyampaikan, Pancasila sebagai hasil kristalisasi pemikiran Bung Karno telah disepakati secara aklamasi.

Dalam pidatonya, Megawati juga menegaskan peran ayahnya, Bung Karno, dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Dia membeberkan, momentum awalnya ialah pidato Bung Karno di depan sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, kemudian berkembang dalam rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan yang diketuai oleh Bung Karno, hingga mencapai konsensus final 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang juga diketuai Soekarno.

Megawati mengatakan, rangkaian sejarah mencatat peran penting dan strategis Bung Karno dalam proses kemerdekaan dan pembentukan Pancasila. Meski begitu, Megawati menyebut bahwa Bung Karno tak pernah mengklaim sebagai pencipta Pancasila.

“Bung Karno tidak pernah klaim sebagai pencipta Pancasila, tetapi beliau selalu mengatakan menggalinya dari nilai-nilai yang sudah hidup lestari dari kepribadian dan budaya bangsa Indonesia,” kata Presiden RI ke-5 ini.

Maka dari itu, Megawati melanjutkan, kehidupan berketuhanan yang rukun dan damai di antara sesama pemeluk agama menjadi bagian penting dari budaya bangsa Indonesia.(*)

tempo

Komentari
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Tiga Periode di DPRD Saatnya Meiddy Makalalag Maju Calon Walikota Kotamobagu

7 April 2024 - 10:51 WITA

Ketua DPRD Kotamobagu Dampingi Wagub Sulut Safari Ramadan di Molinow

22 Maret 2024 - 19:48 WITA

Ketua DPRD Kotamobagu Dampingi Pj Walikota Serahkan Bantuan Bus ke IPDN

18 Maret 2024 - 17:07 WITA

Inilah Nama-nama Incumbent yang Gagal Terpilih Lagi ke DPRD Kotamobagu

5 Maret 2024 - 21:09 WITA

Nasib Parpol Pengusung Prabowo- Gibran di Kotamobagu: Kursi Golkar dan Demokrat Turun Drastis, Gerindra dan PAN Nihil

5 Maret 2024 - 20:13 WITA

Ketua Panwascam Kotamobagu Utara Akui Tidak Ada Pemberitahuan Terkait Pemindahan Logistik Pemilu

29 Februari 2024 - 17:47 WITA

Trending di Berita Politik