Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolmong · 20 Sep 2020 16:51 WITA ·

Milad ke-54, KAHMI Bolmong Bedah Buku Otak dan Kota Bersama Taufiq Pasiak


Milad ke-54, KAHMI Bolmong Bedah Buku Otak dan Kota Bersama Taufiq Pasiak Perbesar

BOLMONG- Bedah buku Otak dan Kota yang dirangkaikan dengan milad Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-54, sukses digelar, Sabtu (19/8/2020) bertempat di kedai kopi Jarod, Kelurahan Sinindian, Kota Kotamobagu.

Diselenggarakannya Bedah buku Otak dan Kota tersebut sekaligus menghadirkan penulisnya Dr. dr. Taufiq Pasiaq, M.Kes., M.Pd.I, yang juga dikenal sebagai aktivis sosial, juga salah satu ahli otak di Indonesia.

Selain itu, Taufiq Pasiak juga merupakan salah satu Presidium KAHMI Sulawesi Utara (Sulut). Adapun moderator pada bedah buku kali ini yakni Endi Rohendi Biaro.

Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati Milad KAHMI ke- 54 oleh Ketua HMI Cabang Bolaang Bolmong Raya (BMR) Irwanto Mamonto, kemudian tumpeng tersebut diserahkan ke Ketua KOHATI HMI BMR Miranty Manangin, lalu kepada Presidium KAHMI Sulut dr Taufiq Pasiak dan Presidium KAHMI se-BMR yang hadir.

Saat membuka kegiatan, Presidium KAHMI Bolmong, Erni Tungkagi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Milad KAHMI ke- 54 yang jatuh pada tanggal 17 September 2020 lalu.

“Selamat Milad himpunanku. Insya Allah KAHMI akan selalu menjadi solusi untuk Bangsa ini, terima kasih juga kepada kanda Taufiq Pasiak karena telah berekenan menghadiri acara bedah buku ini,” ucap Erni.

“Kami sangat penasaran terkait buku Otak dan Kota yang baru ditulis Kanda Taufiq ini. Insya Allah apa yang dijelaskan nanti bisa bermanfaat bagi kita semua yang ada di sini,” kata Erni.

Sementara itu, Taufiq Pasiak pada kesempatan itu menyampaikan garis-garis besar tentang buku Otak dan Kota yang ditulisnya selama tiga bulan atau merupakan buku ke tujuh yang ditulisnya.

“Saya merasa memiliki tugas berat. Jujur saja, di era 2010 sampai 2020 ke atas, produk intelektualitas dari organisasi KAHMI dan HMI itu sangat minim. Kebanyakan dari kita jatuh sebagai politisi, jatuh sebagai pengusaha. Nah, produk-produk kecendekiawanan yang menjadi ciri khas itu kurang. Jadi bukan tidak ada, tapi berkurang. Sehingga saya bergelut di bidang ini dan saya ke mana-mana bedah buku untuk membangkitkannya lagi,” aku Taufiq.

Baca Juga  Bolmong Akan Ditetapkan Kawasan Industri Khusus

Menurutnya, tidak semua harus menjadi politisi. Boleh punya pengetahuan politik sebagai aktivis, tapi kecendikiawanan tidak boleh hilang. Sehingga kedatangannya ke Bolmong kata Taufiq, dengan satu misi yakni bagaimana mengajak kembali adik-adik yang masih memiliki gairah kecendiakawanan HMI untuk dibangkitkan kembali. “Kita bangkit lagi di Milad KAHMI yang ke-54 ini. Kalaupun jadi politisi lebih dari sekadar politisi biasa, politisi yang cendikia. Begitupun profesi yang lain,” jelasnya.

Selain itu kata Taufiq, kedatangannya juga untuk merangsang adik-adik sekaligus membangkitkan kembali jirah ini.

“Mudah-mudahan di 54 tahun KAHMI ini kita tunduk kembali. Negara ini diatur oleh sejumlah arus pemikiran yang luar biasa. Di mana pemikiran-pemikiran alumni HMI mewarnai Bangsa ini, sosiologi, psikologi, politik, filsafat, antropologi dan ekonomi adalah warna Alumni HMI. Tapi dalam 10 sampai 20 tahun turun jauh. Kita tidak lagi melahirkan intelektual macam Dawam Raharjo, Kuntowijoyo dan Cak Nur. Yang kita lahirkan sekarang sebagian besar adalah politisi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, isi dalam buku ini sebenarnya tidak sulit dan sangat sederhana. Buku ini berbicara bagaimana eksis sebagimana manusia, dengan membangun tiga hal yang paling penting. Pertama kompasianat, itu adalah kasih sayang, bagaimana anda belas kasih pada orang lain. Siapapun dia tidak pandang suku, padang agama, tidak padang organisasi, tidak pandang jenis kelamin, kompasiaonat itu ada. Dorongan saling membesarkan itu harus ada.

Semua orang punya cara membesarkan masing-masing, dengan cara sendiri. Sehingga orang-orang yang sudah di atas, adik-adik kawan-kawan jangan di dorong ke bawah, di tariklah ke atas. Kalau di tarik ke atas kita togetherness. Itu kompasionat. Yang kedua adalah resliliensi, yakni kalau anda sudah jatuh bagaimana anda bisa bangkit lagi. Dan ketiga adalah sel kontrol bagaimana kemampuan mengontrol diri.

Baca Juga  Di Kegiatan Komsos Koramil Dumoga, Marief Ingatkan Bijak dalam Bermedsos

“Ketika anda membaca buku ini, tidak usah baca terburu-buru. Bacalah pelan-pelan. Anda tidak perlu membaca seribuan jurnal yang saya baca, baca saja itu. Anda akan mendapat saripati jurnal yang rumit itu sudah saya bacakan untuk anda dan bisa anda jadikan sebagai pegangan selain kitab suci,” terangnya.

Usai acara, Rini Pakaya salah satu pengurus KAHMI Bolmong sekaligus panitia kegiatan berharap, Kanda Taufiq kedepan bisa kembali meluangkan waktu datang kembali ke BMR untuk terus membagi pengalaman, pengetahuan serta motifasi.

Turut hadir dalam kegiatan itu, alumni HMI se BMR dari berbagai jabatan, Kepala Dinas Kominfo Bolmong Parman Ginano, Ketua KPU Kotamobagu Iwan H.P Manoppo, serta jajaran pengurus HMI BMR. (*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Bolmong Top! THR TPG 2025 Cair, Perhatian Yusra-Don untuk Guru Diapresiasi

5 Februari 2026 - 08:32 WITA

Cak Imin Lantik Yusra Alhabsyi Sebagai Ketua DPW PKB Sulut

4 Februari 2026 - 13:22 WITA

Tasyakuran Puncak Hari Amal Bakti Kemenag RI ke-80 Berlangsung Khidmat, Bupati Yusra: Terus Melayani Umat dan Merawat Kerukunan.

3 Januari 2026 - 17:43 WITA

Kemenag Bolmong Wisudakan 1.029 Santri

13 November 2025 - 16:09 WITA

YSK Peduli Bencana Bolmong, Wabup Don Ucapkan Terima Kasih, Bantuan Langsung Disalurkan ke Warga

31 Oktober 2025 - 19:21 WITA

Berkolaborasi Dengan Kemenag, Pemkab Bolmong Perdana Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

22 Oktober 2025 - 13:25 WITA

Trending di Berita Bolmong