Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Internasional · 4 Jan 2017 10:10 WITA ·

Patah Hati Dapat Memperpendek Umur


Patah Hati Dapat Memperpendek Umur Perbesar

Ilustrasi
Ilustrasi

KESEHATAN- Dalam sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine menunjukkan, kematian pasangan yang disayangi memang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena serangan jantung atau stroke pada bulan berikutnya.

Para peneliti menemukan, seseorang yang lebih tua akan dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 30 hari setelah kematian pasangannya.

“Sindrom patah hati itu ada dan nyata,” ujar asisten kepala psikiatri di Zucker Hillside Hospital New Hyde Park, New York, Dr Scott Krakower.

Sindrom patah hati dikenal juga dengan istilah stress-induced cardiomyopathy dan takotsubo cardiomyopathy. Menurut American Heart Association (AHA), sindrom patah hati bahkan bisa saja terjadi pada seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

AHA memaparkan, sindrom patah hati terjadi ketika sebagian otot jantung membesar dan tidak dapat memompa darah dengan baik. Akan tetapi, sebagian kondisi jantung lainnya masih bisa berfungsi normal atau bekerja lebih keras.

Kondisi tersebut bisa membuat detak jantung tidak teratur atau malah menjadi terlalu lemah untuk bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, darah tidak bisa mengalir ke seluruh tubuh dan memicu kematian.

Gejala sindrom patah hati mirip dengan serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas. Bedanya adalah orang yang terkena sindrom patah hati belum tentu mengalami kerusakan jantung atau ada sumbatan pembuluh darah di jantung.

Krakower menjelaskan, sindrom patah hati diduga menyebabkan masalah kesehatan karena tingkat hormon stres yang berlebihan setelah patah hati.

Menurutnya, tidak jelas berapa banyak serangan stroke akibat sindrom patah hati. Tetapi, dalam literatur yang ada terdapat beberapa kasus yang pernah dilaporkan.

Krawoker pun meminta siapa pun yang kehilangan seseorang yang dicintai untuk mengungkapkan perasaan sedihnya, jangan memendamnya di dalam hati.

Apabila mengalami masalah kesehatan pada tubuh setelah kehilangan seseorang yang dicintai, pergilah ke dokter untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tubuh.

 

Sumber: Kompas.com

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

RSUD Kotamobagu Kobarkan Semangat di HKN ke-61

30 Oktober 2025 - 23:19 WITA

Walikota dan Forkopimda Kotamobagu Cek Barang Bukti Miniman Beralkohol

28 Oktober 2025 - 14:39 WITA

Bupati Bolsel Resmikan Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki

27 Oktober 2025 - 16:14 WITA

Bupati Bolsel Terima Kunjungan Kemenko PMK dan Kemenkes Tinjau Pembangunan RSUD

11 September 2025 - 16:57 WITA

Windows 10 Pro Activator Download ✓ Activate Windows 10 Pro Fast➤ Easy Steps

23 Januari 2024 - 23:35 WITA

adult telegram links Join 200+ Best Adult Channels Now ➤

23 Januari 2024 - 23:35 WITA

Trending di Internasional