Breaking News

Pengguna Menolak Perbaruan, Whatsapp Bakal Lakukan Hal Ini

WhatsApp

JAKARTA – Pengguna whatsapp yang menolak menyetujui pembaruan kebijakan privasi akan mendapat notifikasi secara terus menerus sepanjang waktu.

Hal ini sebagaimana diumumkan whatsapp melalui situs resminya. Mereka mengtakan bahwa sebuah persistent reminder lalu akan disampaikan setelah beberapa minggu pengguna tetap menolak.

Begitu pengguna melihat reminder itu, WhatsApp langsung beralih ke mode fungsi layanan yang terbatas. Jika itu terjadi, pengguna tidak akan bisa lagi mengakses chat list di aplikasinya. Tapi, ketika ada pesan masuk, pengguna itu masih bisa membuka dan membalasnya. Panggilan masuk audio maupun video juga masih bisa diterima.


Baca Juga: Ini Media Sosial yang Paling Banyak Ditegur Polisi Virtual

Baru, beberapa minggu lagi berlalu, pengguna yang tetap menolak akan terhenti menerima semua pesan dan panggilan masuk. WhatsApp tak mencantumkan tanggal atau tenggat pasti dari setiap periode tersebut. Penjelasan itu menepati keterangan WhatsApp sebelumnya yang tak akan menghapus akun–tapi membuatnya tak berguna.

Pada awal tahun, tepatnya Februari lalu, WhatsApp telah memperbarui ketentuan perihal layanan dan kebijakan privasi. Perubahan hampir seluruhnya mengenai cara interaksi bisnis di WhatsApp. Pada saat itu, notifikasi yang muncul di aplikasi tentang perubahan itu menyebabkan kebingungan di antara pengguna.

Sebagian yang cemas seluruh data pribadinya, dan percakapannya, akan dibagikan WhatsApp ke perusahaan induk, Facebook, karena perubahan itu memilih hijrah ke aplikasi perpesanan lain seperti Telegram. WhatsApp kemudian memutuskan menunda tenggat pembaruan menjadi 15 Mei sembari melakukan sosialisasi ulang yang lebih intensif.(*/red)

To Top