
Pertamina Turun Tangan Dugaan Penyalahgunaan Biosolar di SPBU Tombatu
MINAHASA TENGGARA, kroniktotabuan.com — Dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi jenis Biosolar di SPBU 74.959.01 Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, mendapat respons cepat dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Sejumlah langkah pengecekan langsung dilakukan setelah sebuah video siaran langsung dari konsumen beredar dan menjadi perhatian publik di media sosial.
Tim SBM Sulutgo II Fuel turun ke lapangan melakukan pemeriksaan serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di SPBU tersebut. Dari hasil penelusuran awal, ditemukan indikasi transaksi yang diduga tidak sesuai ketentuan, termasuk penggunaan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mengakses BBM subsidi.Referensi Geografis
Menindaklanjuti temuan itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kemudian memberikan pembinaan berupa skorsing sementara terhadap penyaluran produk Jenis BBM Tertentu (JBT) Biosolar di SPBU tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian distribusi agar BBM subsidi tetap tepat sasaran.Pantai & Kepulauan
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebut pihaknya terus memperketat pengawasan distribusi energi subsidi melalui berbagai mekanisme, mulai dari pemantauan transaksi hingga evaluasi langsung di lapangan.
“Setiap indikasi penyalahgunaan akan kami tindaklanjuti. Pengawasan dilakukan berlapis agar penyaluran BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Pertamina juga menegaskan pentingnya kedisiplinan lembaga penyalur dalam menjalankan prosedur operasional, terutama dalam memastikan kesesuaian kendaraan dan transaksi BBM subsidi di SPBU.
Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk ikut mengawasi penyaluran energi bersubsidi. Laporan terkait dugaan pelanggaran, kendaraan mencurigakan, atau layanan SPBU yang tidak sesuai aturan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga distribusi BBM subsidi tetap transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.***