Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 17 Jan 2020 14:13 WITA ·

Punya Cita Rasa Sendiri, Kopi Rinjing Warga Moyag Ini Laris Dipasaran


 Punya Cita Rasa Sendiri, Kopi Rinjing Warga Moyag Ini Laris Dipasaran Perbesar

KOTAMOBAGU – Untuk memikat konsumen untuk membeli sebuah hasil produk, kuantitas dan kualitas harus diutamakan. Pasalnya, suatu produk akan memiliki daya tarik yang kuat jika memiliki kemasan yang unik.

Hal ini berpotensi untuk kelancaran dalam penjualan produk lokal dan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Eka Paduo, salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kopi Rinjing di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, menggunakan kemasan yang unik guna untuk menarik pelanggan.

“Bagaimana caranya agar sebuah produk lokal itu dapat bersaing dengan produk-produk luar yang terdapat diberbagai supermarket dan minimarket, tentu dengan kemasan. Karena kemasan sangat berpengaruh pada sebuah produk. Apalagi jika kemasannya menarik, pasti aka ada rasa ingin mencoba dari konsumen. Tentu dengan larisnya suatu produk maka perputaran ekonomi semakin meningkat. Dan hasil produk akan lebih dikenal,” ujar Eka..

Pemilik usaha Kopi Rinjing yang bekerja dibidang penghasil biji kopi dan bubuk kopi sekaligus distributor kopi ini, bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam sebulannya.

“Alhamdulillah, keuntungannya dalam dua hari itu 15 kilo gram. Kebetulan saat ini harga kopi dipasaran naik, jadi dalam sekilo itu keuntungannya sampai Rp 20 Ribu,” ujarnya.

Hasil kopi yang diolahnya berasal dari petani-petani lokal yang ada di Kota Kotamobagu, terutama petani kopi di Desa Moyag. Sehingga dengan itu bisa membantu meningkatkan roda perekonomian para petani.

“Biji kopi saya beli dari petani lokal. Tentu ini juga bisa membantu meningkatkan gairah mereka dalam meningkatkan perputaran ekonomi, terutama bagi petani kopi,” bebernya.

Bahkan, konsumen yang memesan kopi rinjing ini selain warga lokal dan warung-warung, ada juga dari luar daerah seperti Kota Manado. Tapi itu tergantung pesanan yang ada. “Selain warga setempat, ada juga dari Manado yang jadi konsumen, terutama pelaku usaha café dan lain-lain. Namun itu tergantung pesanan yang ada,” ujar Eka.

Dirinya pun berharap, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Instansi terkait dapat memperhatikan pelaku UKM yang ada, terutama produk-produk makanan atau minuman, untuk memberikan bantuan pengadaan mesin kemasan.

“Jika ada mesin kemasan itu, tentu bisa mempercepat pengemasan. Begitu juga pelaku usaha lain, seperti pengusaha kacang goyang, atau makanan-makanan lokal lainnya bisa mengemas hasil olahan, kemudian dipasarkan. Kan hasil dari pengemasan itu bisa menjadi retribusi untuk penghasil PAD dan para pelaku usaha bisa lebih bergairah untuk menjalani usahanya.” Jelasnya. (Bto)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Tetapkan Deadline Proposal Pasar Senggol, Tegaskan Penertiban Pasar Bayangan

9 Maret 2026 - 13:50 WITA

Tim IV Safari Ramadhan Pemkot Kotamobagu Sholat Tarawih Bersama Warga Pontodon Timur

27 Februari 2026 - 16:28 WITA

33 Posbakum Resmi Beroperasi di Kotamobagu

27 Februari 2026 - 16:26 WITA

Pemkot Kotamobagu Raih Penghargaan K3 Nasional 2025

25 Februari 2026 - 17:09 WITA

Wali Kota Weny Gaib Terima Kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Sulut

25 Februari 2026 - 17:07 WITA

Rendy Mangkat Hadiri HLM Pengendalian Inflasi dan Ekonomi Daerah di BI Sulut

24 Februari 2026 - 01:05 WITA

Trending di Berita Daerah