.

Berita Bolmong

Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Bupati Boltim, Yasti Bilang Begini

Foto Berita Bolmong
Yasti Soepredjo Mokoagow

KRONIK TOTABUAN – Terkait persoalan dugaan penganiyaan yang dialami mantan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar menuai tanggapan dari beberapa pihak, termasuk Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow.

Yasti mengungkapkan, persoalan tersebut seharusnya ditanggapi secara proporsional dan tidak perlu berlebihan hingga melebar, terlebih menyalahkan depenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kita semua setuju hukum harus ditegakkan. Tapi kita juga harus adil melihat akar masalahnya seperti apa,” kata Yasti, sabtu (1/12/2022).

Dia mengatakan, persoalan tersebut biarlah menjadi ranah aparat hukum dan tidak menyalahkan seseorang atau penegak hukum tanpa melihat dan mendengar secara komprehensip kejadian dan akar masalahnya.

“Menurut saya, jangan ada opini untuk menggiring, apalagi menyalahkan orang lain. Terlebih ada statemen yang keluar seolah Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK ada dipihak yang salah. Kita tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Sehan jika saja Kapolres tidak berada di tempat. Bisa jadi kejadiannya lebih parah,” tambahnya.

Yasti mengajak agar masyarakat berfikir positif dan belajar mendengarkan keterangan dari pihak lain. Sebab, ada tuduhan kalau Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid melakukan pembiaran.

“Saya pikir itu keterangan sepihak Sehan Lanjar sebagai korban dan tidak serta merta sebagai sebuah kebenaran. Jangan karena merasa korban, kemudian memojokan Kapolres sebagai pihak yang salah dengan dalil melakukan pembiaran. Keterangan tersebut patut diduga sudah punya niat juga mengorbankan Kapolres,” sentil Yasti.

Ia mengaku, kenal betul watak dan karakter korban. Sebagai orang yang pernah bersentuhan dengan korban, dirinya kenal betul karakternya dan sangat mudah menyalahkan orang dan pandai membangun opini yang terbalik.

“Yang benar bisa dipolitisir menjadi salah dan yg salah bisa menjadi benar,” ungkapnya.

“Saya juga cukup kenal dengan Kapolres Kotamobagu. Saya tidak yakin kalau beliau adalah orang yang tega melakukan pembiaran. Pengalaman saya, dan beberapa orang yang mengenal Kapolres, beliau adalah orang yang sangat tegas dan profesional dalam upaya penegakan hukum dan menjaga ketertiban umum,” terang Yasti.

Di sisi lain bahwa AK melakukan sesuatu kepada korban pada saat Kapolres ada disekitar TKP tidak bisa langsung ditimpakan kesalahan ada pada Kapolres. Karena tidak ada satupun yang bisa menduga pelaku akan melakukan hal seperti itu.

“Siapapun dia, kalau sudah nekat dan sakit hati, marah, merasa ditipu, bisa melakukan apa saja,” kata Yasti

Yasti meyakini, persoalan tersebut akan diselesaikan. Terlebih telah menjadi atensi Kapolda Sulut.

“Ada pelajaran penting bagi kita semua atas kejadian ini. Belajarlah berkomitmen dengan segala kewajiban kita terhadap orang lain,” tandasnya. (falen)

To Top