
Momen Hangat Wali Kota Weny Gaib Antar Putranya ke Sekolah Baru, Ajak Para Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak
KOTAMOBAGU, kroniktotabuan.com – Suasana hari pertama masuk sekolah selalu menghadirkan cerita yang berkesan. Di tengah kesibukannya sebagai Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib memilih mengawali pagi dengan peran yang paling sederhana sekaligus bermakna: mengantar putranya, Fathan, ke sekolah.
Momen tersebut dibagikan Weny melalui akun media sosial pribadinya, Senin (13/7/2026). Dalam unggahan itu, ia tampak berdiri bersama Fathan di gerbang SMP Negeri 4 Kotamobagu, tempat sang putra memulai perjalanan baru sebagai siswa.
Bagi Weny, mengantar anak ke sekolah bukan sekadar mengantar sampai di gerbang. Ada perhatian, doa, dan semangat yang ingin ia titipkan sebelum anak memulai aktivitas belajar.
“Pagi ini saya turut mendukung dan mengajak seluruh para ayah di Kota Kotamobagu untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak melalui GAMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah),” tulisnya.
Menurutnya, kehadiran seorang ayah di pagi hari memiliki makna yang jauh lebih besar daripada rutinitas biasa. Momen singkat itu menjadi kesempatan membangun kedekatan emosional, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus memberi motivasi kepada anak.
“Mengantar anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen berharga untuk membangun kedekatan, memberikan semangat, serta menanamkan rasa percaya diri kepada anak sebelum memulai aktivitas belajar. Kehadiran seorang ayah di pagi hari, dengan senyum, doa, dan motivasi sederhana, memiliki arti besar bagi masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS), Weny berharap semakin banyak ayah di Kotamobagu meluangkan waktu mendampingi buah hati mereka di hari-hari sekolah. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari perhatian dan kasih sayang orang tua di rumah
”Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya positif di keluarga-keluarga Kota Kotamobagu. Karena pendidikan yang berkualitas dimulai dari perhatian dan kasih sayang orang tua, baik ibu maupun ayah. Ayah hadir, anak semangat belajar, dan keluarga semakin kuat,” tutupnya.***