Berita Politik

Yasti dan Tatong Kompak ‘Dampingi’ ODSK di Debat, Targetkan Menang di Daerah Masing-masing

Yasti dan Tatong Kompak ‘Dampingi’ ODSK di Debat, Targetkan Menang di Daerah Masing-masing
Yasti Soepredjo Mokoagow dan Tatong Bara kompak mendampingi Olly Dondokambey- Steven Kandouw di arena debat. (istimewa)
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Dukungan dua srikandi Bolaang Mongondow Raya (BMR) Yasti Soepredjo Mokoagow dan Tatong Bara kepada paslon Olly Dondokambey- Steven Kandouw (ODSK) tak diragukan.

Keduanya memberikan dukungan penuh kepada paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawes Utara (Sulut) nomor urut 3 tersebut.

Bahkan pada debat pertama Makatete Hills Kamis (5/11/2020) lalu, Yasti dan Tatong kompak hadir langsung di lokasi debat.

Kedua mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini turut bersama rombongan Olly Dondokambey dan Steven    Kandouw. Mereka kompak mengenakan jaket merah seragam ODSK.

Pilgub Sulawesi Utara (Sulut) 9 Desember 2020 mendatang, Yasti dan Tatong sama-sama bertekad memenangkan jagoan PDI Perjuangan ini di daerahnya masing-masing.

Yasti bahkan menargetkan kemenangan 80 persen suara di daerahnya.

Menurutnya, pilihan dan target tersebut sangat logis karena ODSK berhasil menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan infrastruktur dengan maksimal di Sulut.

“Terutama di Bolmong, majunya pembangunan dan investasi tak lepas dari peran besar Pak Olly Dondokambey dan Steven Kandouw,” kata Yasti beberapa waktu lalu.

Tatong Bara juga senada. Dia menilai dengan integritas dan kapabilitas Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), di periode kedua akan mampu membawa  daerah ini pada masa keemasan.

Figur Olly-Steven adalah figur yang sangat kuat membawa kemajuan untuk Sulut, kata Tatong.

Tatong malah memberi kredit poin kepemimpinan OD bersama SK, yang

dinilainya sangat aspiratif, moderatif dan concern (peduli) dengan Sulut.

Ditanyai kans ODSK memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang, Tatong tanpa ragu menyatakan sangat optimis.

“Pada periode pertama saja rekam jejaknya belum seperti ini (menang), padahal waktu itu masih baru. Apalagi sekarang,” katanya. (nza)

To Top