Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Bolsel · 4 Feb 2026 13:56 WITA ·

DPRD Bolsel Gelar RDP Bahas Kelangkaan LPG 3 Kg dan Perizinan Pangkalan


DPRD Bolsel Gelar RDP Bahas Kelangkaan LPG 3 Kg dan Perizinan Pangkalan Perbesar

BOLSEL, kroniktotabuan.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan kelangkaan gas LPG 3 kilogram serta perizinan pangkalan LPG, bertempat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Gedung DPRD Bolsel, Rabu (4/2/2026).

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Bolsel Ridwan Olii didampingi anggota DPRD Ruslan Paputungan serta Sekretaris DPRD Suprin Mohulaingo.

Dalam forum itu, DPRD menghadirkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Bagian Perekonomian Setda Bolsel, serta perwakilan PT Emviro Indogas selaku pihak penyalur LPG.

RDP tersebut menjadi wadah bagi DPRD untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan distribusi LPG bersubsidi yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Dalam rapat, Ruslan Paputungan menyoroti masih rendahnya tingkat kepatuhan pangkalan LPG terhadap persyaratan perizinan. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 90 pangkalan LPG yang beroperasi di Bolsel, baru 27 pangkalan yang tercatat memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“DPRD meminta Disperindag agar segera menyurati pangkalan-pangkalan yang belum memiliki NIB untuk segera mengurus perizinannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ruslan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ridwan Olii menegaskan pentingnya pengawasan distribusi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. Menurutnya, LPG bersubsidi harus benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, terutama warga kurang mampu.

“Distribusi LPG 3 kilogram harus dikawal secara ketat. Jika diperlukan, instansi terkait harus turun langsung ke lapangan guna memastikan penyalurannya sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan,” tegas Ridwan.

Ia juga mengungkapkan adanya temuan di lapangan terkait kondisi tabung LPG yang dinilai tidak layak pakai, seperti kebocoran tabung yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kami meminta pihak terkait untuk lebih teliti dan meningkatkan pengawasan. Meski sejauh ini sudah cukup baik, pengawasan tetap perlu ditingkatkan demi keamanan masyarakat,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, DPRD memiliki tanggung jawab moral sebagai penyambung aspirasi rakyat. Karena itu, DPRD mendorong adanya kolaborasi semua pihak untuk membenahi sistem distribusi dan pengawasan LPG di Bolsel.

“Intinya, apa yang DPRD lakukan ini semata-mata demi kepentingan masyarakat. Mari bersama-sama memperbaiki tata kelola distribusi dan pengawasan LPG agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga Bolsel,” pungkasnya. (Infotorial)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Tabligh Akbar Satu Dekade PISB Bolsel, UAS: Layak Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

24 Mei 2026 - 11:26 WITA

Iskandar dan Deddy Hadiri Musancab PDI Perjuangan se-BMR, Tegaskan Soliditas Partai Menuju 2029

18 Mei 2026 - 18:58 WITA

JBK Korban Dugaan Penipuan Sebut HK Tak Ada Itikad Baik, Berupaya Alihkan Kasus Pidana ke Perdata

14 Mei 2026 - 13:54 WITA

Komisi IV DPRD Muba Gelar RDP Bahas Perlindungan dan Pemenuhan Hak Buruh

13 Mei 2026 - 11:52 WITA

Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN

13 Mei 2026 - 11:47 WITA

Trending di Berita Bolsel