Berita Teknologi

Kaspersky Ungkap Bahaya Menjual Smartphone Lama

Kaspersky Ungkap Bahaya Menjual Smartphone Lama
Kroniktotabuan.com

JAKARTA – Kaspersky, perusahaan keamanan siber ternama memberitahukan fakta mengejutkan perihal keamanan data pada smartphone lama.

Mereka menemukan bahwa data pribadi di sebagian besar perangkat bekas belum dihapus seutuhnya dan berpotensi disalahgunakan.

Informasi pemilik sebelumnya yang berisiko dapat diakses pihak ketiga tidak hanya berbahaya tergantung kepada jenis informasi apa yang ditemukan.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Tiadakan UN 2021

“Ketika data pribadi jatuh ke tangan yang salah, hal itu bisa membahayakan juga teman dan keluarga atau bahkan perusahaan Anda,” kata Head of Global Research and Analysis Team (GreAT) Eropa, yang juga tim riset dan pengembangan Kaspersky, Marco Preuss.

Preuss mengatakan kalau pada dasarnya, semua pengguna harus selalu menyimpan data di perangkat pribadi dalam keadaan terenkripsi. “Ini untuk berjaga-jaga jika perangkat hilang atau seseorang mendapatkan akses yang tidak sah,” ujar dia

Preuss dan timnya selama dua bulan, menganalisis lebih dari 185 perangkat media penyimpanan, seperti kartu memori dan hard drive. Mereka menemukan bahwa 90 persen data masih tersisa di perangkat tersebut.

Baca Juga: 20 Negara Dilarang Masuk Arab Saudi, Termasuk Indonesia

Dari 90 persen isian data, 16 persen dapat diakses secara langsung. Sementara, 74 persen lainnya diekstraksi menggunakan ukiran file (file carving)—metode memulihkan file dari ruang yang tidak beralamat pada media penyimpanan.

Kaspersky juga menemukan data dari entri kalender berisi catatan rapat hingga foto dan video pribadi. Bahkan dokumen pajak, informasi perbankan, login rahasia, dan informasi medis.

Selain itu, 17 persen perangkat juga memasang pemindai virus. Artinya para pengguna yang membeli perangkat bekas itu mungkin berpotensi mewarisi malware dari pemilik sebelumnya.

Christian Funk, Head of GReAT Jerman, menjelaskan, kesalahpahaman yang cukup umum adalah masalah menghapus data pribadi atau melakukan format ulang media penyimpanan yang cukup untuk membersihkan data. Dia mengatakan, data itu rentan untuk dipulihkan  kembali.

“Itulah mengapa sangat penting untuk melakukan pembersihan total,” katanya.(tim)

To Top