Berita Boltim

Mengaku Pegawai Honorer dan Membawa Surat Pernyataan Pemilih Pengguna Suket, Ada Oknum Catut Disdukcapil Boltim

Mengaku Pegawai Honorer dan Membawa Surat Pernyataan Pemilih Pengguna Suket, Ada Oknum Catut Disdukcapil Boltim
SURAT KETERANGAN YANG DIBAWA OKNUM MENGAKU PEGAWAI HONORER DISDUKCAPIL BOLTIM
Kroniktotabuan.com
63 / 100

Boltim – Seorang oknum mencatut nama instansi pemerintahan dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Pencatutan ini dilakukan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai pegawai honorer di instansi tersebut dengan membawa surat pernyataan untuk ditanda tangani oleh pemilih yang menggunakan Surat Keterangan (Suket) pada Pemilihan Kepala Daerha (Pilkada) 9 Desember 2020.

Salah satu warga kecamatan Modayag yang dikunjungi oleh oknum yang mengaku pegawai honorer tersebut, Fazria Andi Condang mengatakan bahwa oknum tersebut meminta dirinya untuk menandatangani surat pernyataan yang dilabeli dengan materai tersebut dengan alasan bahwa dirinya masih terdapat di daftar warga yang belum melakukan perekaman E-KTP.

“Meilan (Oknum yang membawa surat pernyataan tersebut) mengaku dirinya pegawa honorer di Dinas Capil dan diperintahkan oleh Pak Hendra untuk mencari warga Modayag yang ada di dalam daftar yang harus menandatangani surat penyataan tersebut,” ungkap Fazria, Kamis (14/1/2021).

Dirinya juga mengatakan bahwa oknum bernama Meilan tersebut mengatakan bahwa surat pernyataan tersebut berisi penjelasan yang menerangkan bahwa dirinya sudah memiliki E-KTP.

“Dia menyuruh saya untuk menandatangani surat tersebut lalu langsung mengambil surat tersebut dan menyutruh saya untuk memanggil nama-nama yang tertera di daftar penyataan tersebut,” jelasnya.

Fazria mengaku dirinya keberatan dengan hal yang sudah dilakukan oknum tersebut karena merasa sudah dibohongi.

“Dia mengatakan bahwa surat tersebut adalah pernyataan bahwa dirinya sudah melakukan perekaman E-KTP, padahal isi dari surat tersebut menjelaskan bahwa memilih di tanggal 9 Desember menggunakan surat keterangan manual. Padahal saya memilih karena ada undangan dengan KTP. Jujur saya keberatan karena disuruh menandatangani surat yang isinya tidak sesuai dengan yang dijelaskan,” tegas Fazria.

Sementara itu, ketika dihubungi, Kepala Dukcapil Boltim, Rusmin Mokoagow mengaku tidak pernah mengeluarkan surat pernyataan seperti yang dibawa oleh oknum tersebut.

“Tidak ada, kami tidak pernah mengeluarkan surat begitu. Kemudian juga tidak ada honorer kami yang bernama Meilan,” katanya, saat dikonfirmasi.

Rusmin juga menegaskan jika oknum tersebut benar mengatasnamakan honorer Dinas Dukcapil, dirinya akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Kalau ini benar, akan kita laporkan ke polisi karena sudah mencatut nama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” pungkasnya.(tim)

To Top