Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 23 Okt 2018 15:44 WITA ·

Tiga Kecamatan Rawan Bencana


Rumah warga di Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu terendam banjir Perbesar

Rumah warga di Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu terendam banjir

KOTAMOBAGU– Warga yang ada di area Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu Selatan hingga Kecamatan Kotamobagu Barat, kembali diingatkan agar waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu sudah memetakan sejumlah titik rawan bencana. Desa dan kelurahan di tiga kecamatan itu disebutkan paling rawan kena dampak.

“Ketiga daerah itu merupakan titik paling rawan bencana seperti banjir serta tanah longsor,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana BPBD Budi Prayitno, Selasa (23/11/2018).

Ia kembali mengingatkan pada 2017 silam, ketiga wilayah tersebut sempat terdampak banjir dan longsor sebanyak tiga kali. Sedangkan tahun ini, terjadi satu kali bencana banjir yang menghanyutkan seorang korban jiwa. “Tahun lalu banjir dan longsornya memang sebanyak 3 kali namun tidak memakan korban. Tetapi dampak kerugian materi cukup besar. Sedangkan tahun ini terjadi satu kali banjir yang memakan satu korban jiwa serta beberapa pemukiman warga yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Untuk proses pencegahan, ia mengaku telah membangun talud serta bendungan. Pembuatan talud untuk dinding sungai ada di dua titik rawan; yaitu Kelurahan Matali dan Kotabangon. “Ada dua kriteria yang dibangun, yang pertama pasca bencana apabila di titik itu banjir, maka kami buatkan bendungan atau talud. Yang kedua yaitu pemantauan titik rawan untuk mengantisipasi jangan sampai ada potensi banjir dan longsor,” jelas Prayitno.

Tak lupa dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana tersebut. Mengingat saat ini sebagian besar wilayah Kotamobagu sudah memasuki musim penghujan. “Info dari BMKG Sulut, Kotamobagu sudah masuk musim hujan sejak Oktober minggu kedua,” sebutnya.

“Kami juga selalu stand by jika ada bencana. Masyarakat kami imbau agar tidak sembarang membuang sampah di sungai. Karena jika sudah menumpuk, itu bisa menjadi pemicu meluapnya air sungai yang pada akhirnya menyebabkan kebanjiran bagi lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (tr1/vdm)

Facebook Comments Box
Baca Juga  Gubernur Yulius Siagakan Personel Dampak Cuaca Ekstrem Jelang Nataru
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Pemkot Kotamobagu Gelar Upacara Hari Kartini dan Hari Otda 2026

29 April 2026 - 13:58 WITA

Trending di Berita Daerah