.

Berita Teknologi

Xiaomi Kapok Jualan Ponsel Murah

Foto Berita Teknologi
xiaomi

Jakarta – Produsen ponsel asal China, Xiaomi, dikenal sebagai perusahaan yang kerap menawarkan harga murah di kelas menengah maupun terjangkau kelas flagship. Namun, CEO Xiaomi, Lei Jun dilaporkan akan mengubah strategi. Perusahaan akan menjual ponselnya dengan harga mahal dalam waktu dekat.

“Sebenarnya, kami ingin menyingkirkan reputasi Xiaomi sebagai pabrikan ponsel yang menjual harga di bawah US$298 atau Rp4,2 juta. Kami ingin berinvestasi lebih banyak dan membuat produk yang lebih baik,” ujarnya seperti yang dikutip dari situs Android Authority, Minggu 10 Maret 2019.

Jun juga telah berbicara kepada pihak internal, ini terakhir kalinya mereka berjualan ponsel di bawah harga US$447 atau Rp6,3 juta. Di masa depan ponsel Xiaomi akan lebih mahal, namun diklaim tidak begitu mahal.

Perangkat terbaru yang mereka rilis ialah Xiaomi Mi 9 dibandrol US$446 atau Rp 6,3 juta, sedangkan di Eropa, dijual US$509 atau Rp7,2 juta. Harga sedikit tinggi dibanding Xiaomi Mi 8, hal ini berkaitan dengan lebih canggihnya teknologi di kamera, fitur pengisian cepat, dan pengisian nirkabel.

Perusahaan pernah berkomitmen untuk mempertahankan margin laba sebanyak lima persen pada tahun lalu. Namun, Tristan Rayner berpendapat bahwa mereka tidak bisa mencapai itu.

Jika Xiaomi berpegang teguh pada komitmennya dengan margin lima persen, tidak ada salahnya jika harga yang dinaikkan berkaitan dengan meningkatnya biaya membuat ponsel.

Informasi ini juga datang beberapa bulan, setelah Xiaomi mengumumkan Redmi sebagai sub-brand. Redmi dahulu dikenal sebagai ponsel kelas menengah dan dijual dengan harga murah. Namun, dengan adanya pengumuman ini, belum jelas apakah juga akan memengaruhi Redmi, atau seri seperti Mi Mix dan Mi Max. (*)

viva/tecno

To Top