Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Boltim · 27 Jul 2022 21:00 WITA ·

DP3A Kabupaten Boltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak


 DP3A Kabupaten Boltim Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak Perbesar

KRONIK TOTABUAN – Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, bertempat di Gereja Syalom Tutuyan, Selasa, (26/7).

Kegiatan yang digagas oleh Pusat Pengembangan Anak (PPA) Gereja Syalom ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dengan menghadirkan narasumber dari Dinas P3A yang diwakili oleh Silvana Rani Kaeng, SKM.

Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi ini yakni PPA, orang tua wali dan Mentor PPA.

“Sosialisasi ini terkait perlindungan anak. Atau seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan,” kata Silvana.

Dijelaskannya, perlindungan anak adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat dari kekerasan dan diskriminasi.

“Contoh bentuk kekerasan pada anak mulai dari lingkungan keluarga, kekerasan fisik seperti mencubit, menjewer, menendang, memukul dengan tangan, memukul dengan benda. Termasuk, membandingkan dengan saudaranya dan anak lainnya, membentak dengan suara keras dan kasar, menyebut anak bodoh, pemalas, nakal dan kekerasan seksual. Cara-cara ini harus kita hindari terhadap anak,” jelasnya.

Ia menuturkan, sering terjadinya kekerasan terhadap anak salah satunya di lingkungan pendidikan. Jenis perilaku kekerasan dominan yang dialami anak yaitu menghina di hadapan teman, menjewer, mencubit, membentak dengan suara keras, kekerasan fisik lainnya.

“Kemudian di lingkungan masyarakat kekerasan fisik kekerasan psikis serta kekerasan seksual,” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa ada banyak pemicu terjadinya kekerasan, diantaranya mulai dari lingkungan keluarga. Sebab, orang tua tidak memiliki konsep pola asuh, selalu agresif dan emosional, orang tua tunggal, pernikahan dini, factor ekonomi, pola komunikasi satu arah, dan kasih sayang yang hilang pada masa golden age atau masa emas pada anak-anak di awal pertumbuhannya, dan terakhir yakni cara berpakaian.

“Untuk itu, kami dari Dinas P3A berharap kepada kita semua tidak terkecuali orang tua untuk selalui melindungi anak-anak, menjaganya dengan baik agar menghindari mereka dari hal-hal yang dapat mengakibatkan mereka trauma,” tandasnya.(*)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kejari Kotamobagu, Apa Kabar Penanganan Dugaan Korupsi Dana Hibah di Bawaslu?

5 Mei 2026 - 14:00 WITA

Bupati Bolsel Hadiri Pelantikan Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Sulut

4 Mei 2026 - 19:20 WITA

Bhayangkara Fun Run 2026 Jadi Magnet Olahraga, Sekayu Dipadati Pelari dari Berbagai Daerah

4 Mei 2026 - 13:30 WITA

HUT ke-20 Pinteng, Bupati Tegaskan Peran Strategis dalam Lahirnya Bolsel

28 April 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Bolsel Percepat Legalitas Tanah Rakyat, Gelar Rakor Inver PPTPKH

23 April 2026 - 14:12 WITA

Bolsel FC dan Persma 1960 Terima Bonus Usai Lolos Liga 4 Nasional

21 April 2026 - 18:52 WITA

Trending di Berita Bolsel