Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Ekonomi · 14 Jun 2020 12:06 WITA ·

Sri Mulyani Ungkap Partisipasi Swasta dalam Pembangunan Lebih Terbuka


Sri Mulyani Ungkap Partisipasi Swasta dalam Pembangunan Lebih Terbuka Perbesar

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan menyusun peta risiko investasi untuk membantu perusahaan menentukan sektor industri yang sesuai dengan profil risiko perusahaannya. Menurut dia, pada saat yang sama, Kementerian BUMN mereformasi BUMN sekaligus membatasinya, agar tidak memasuki seluruh lini bisnis.

“Dengan demikian akan terbuka ruang lebih besar bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur atau bidang lain,” kata dia melalui akun Instagram Sabtu (13/6/2020).

Menurut Sri Mulyani, pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran berharga bagi pemerintah. Dia menyebut saat ini adalah saat terbaik untuk melakukan perubahan.

Dia menuturkan pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menangani pandemi, seperti respon cepat (berupa stimulus fiskal) maupun langkah reformasi yang lebih fundamental. “Di sektor kesehatan, Pemerintah tak hanya menaikkan anggaran kesehatan,” kata dia.

Perbaikan ekosistem layanan kesehatan digulirkan secara komprehensif dari sisi supply side, demand side, cakupan kesehatan universal (universal health coverage), sistem layanan, termasuk yang berkaitan dengan Pemda. Pandemi, kata dia, menjadi momentum untuk melakukan reformasi di berbagai sektor seperti infrastruktur digital, kesehatan, jaminan sosial, dan investasi.

“Pemerintah berkomitmen melanjutkan investasi di bidang infrastruktur, khususnya yang berbasis teknologi digital,” ujarnya.

Berbagai sektor dirombak, seiring penyusunan kebijakan yang ramah investasi dan mendukung rantai pasokan global (global supply chain). Saat ini, banyak perusahaan global sedang meninjau ulang global supply chain mereka.

“Indonesia sangat berpeluang memanfaatkan kesempatan ini, mengingat potensi ekonomi kita yang sangat besar,” kata dia.

Di masa pandemi ini, kata dia, penggunaan layanan digital meroket. Objek pajak pun semakin bergeser ke ranah digital. “Ditjen Pajak terus berkonsultasi dengan OECD, demi kebijakan perpajakan yang adil dan tidak diskriminatif,” ujar Sri Mulyani.(*)

Facebook Comments Box
Baca Juga  Tiada Lagi Toyota Land Cruiser Setelah 2021, Ini Penjelasannya
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Masyarakat Gunakan LPG Secara Bijak dan Efisien

6 April 2026 - 15:15 WITA

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, Pertamina Jamin Pasokan di Sulawesi Aman

2 April 2026 - 11:29 WITA

Pertamina Berangkatkan 125 Pemudik dari Makassar

17 Maret 2026 - 11:37 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Bentuk Satgas Energi Ramadan

9 Maret 2026 - 12:09 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran THR ASN, Ini Jadwalnya!

23 Februari 2026 - 12:05 WITA

Menkeu Optimistis Rupiah Segera Menguat Usai Sentuh Level Rp16.955

20 Januari 2026 - 10:10 WITA

Trending di Berita Ekonomi