
Bupati Iskandar Tekankan Pentingnya Peran Puskesmas Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan
MANADO, Kroniktotabuan.com – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), H. Iskandar Kamaru, membuka kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Validasi Data Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolsel, yang digelar di Swiss-Belhotel, Manado.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan, sekaligus memastikan validitas data sebagai dasar perencanaan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bolsel.
Bupati dalam sambutannya menekankan, pentingnya peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, evaluasi secara berkala, khususnya pada akhir tahun, diperlukan untuk mengukur capaian berbagai program kesehatan, termasuk penanganan penyakit menular, pencegahan stunting, penurunan angka kematian bayi, serta pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis bulanan yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bolsel terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk menyiapkan tenaga perawat untuk mendukung operasional alat cuci darah, menghadirkan fasilitas Cath Lab untuk pelayanan jantung, serta menyiapkan fasilitas bank darah.
Tak hanya itu, Bupati mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk menjaga kedisiplinan, profesionalisme dan ketangguhan dalam menjalankan tugas. Ia meminta agar persoalan penempatan maupun keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, terlebih kondisi akses dan infrastruktur di Bolsel saat ini telah jauh berkembang dibandingkan beberapa dekade sebelumnya.
Terkait kondisi fiskal daerah, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bolsel, saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran sekitar Rp24 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk mendukung pelayanan kesehatan sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi tenaga kesehatan, khususnya PPPK, agar dapat memperoleh kepastian status kepegawaian melalui kebijakan pemerintah pusat.
Ia berharap kegiatan monitoring, evaluasi dan validasi data ini dapat menghasilkan data yang akurat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis pembangunan kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara efektif dan berkelanjutan.
Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekda Bolsel, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran, para Kepala Puskesmas, serta tenaga kesehatan peserta kegiatan. (Sudarto Manoppo)