Berita Kotamobagu

Pedagang di Pasar Senggol (Masih) Ditagih Rp200 Ribu untuk Listrik

Pedagang di Pasar Senggol (Masih) Ditagih Rp200 Ribu untuk Listrik Berita Kotamobagu
Kwitansi tagihan pemasangan listrik kepada pedagang Pasar Senggol.
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU– Selain kewajiban Rp25 ribu per lapak yang diduga merupakan Pungutan Liar (Pungli) kepada pedagang di Pasar Senggol, keluhan lain juga muncul.

Kepada Kronik Totabuan, Senin (3/6/2019) dini hari, sejumlah pedagang juga mengeluhkan tagihan pemasangan instalasi listrik sebesar Rp200 ribu per lapak.

Pedagang heran karena seharusnya instalasi listrik sudah masuk atau include dengan sewa lapak yang mereka setorkan saat membeli lapak.

Baca Juga: Pedagang Dipungut Rp25 Ribu, Diduga Ada Pungli di Pasar Senggol

“Di media massa kami baca waktu berencana beli lapak, disebutkan bahwa harga lapak itu sudah termasuk juga dengan listrik. Tapi nyatanya ini kami masih juga ditagih Rp200 ribu per lapak,” ungkap sejumlah pedagang sambil menunjukkan kwitansi pembayaran pemasangan instalasi.

Para pedagang meminta penjelasan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu sebagai penanggung jawab Pasar Senggol. Pasalnya, kata pedagang, mereka merasa tagihan listrik sudah tidak wajar karena Rp200 ribu per lapak.

“Coba hitung rendah saja jumlah lapak sekitar 500- 600. Berarti kalau per lapak Rp200 ribu, ada sekitar Rp100-120 juta yang mereka tagih ke pedagang. Padahal listrik itu sudah masuk di sewa lapak,” kata para pedagang.

Upaya nkonfirmasi kepada Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop- UKM) Kotamobagu, Herman Aray, masih dilakukan.

Namun beberapa waktu lalu Herman mengatakan, retribusi yang ditarik kepada pedagang hanya Rp450 ribu. Itu termasuk sewa lapak, kebersihan, listrik, keamanan, dan pembuatan WC umum. (tr2/zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

loading...
To Top