.
Berita Kotamobagu

Pedagang Dipungut Rp25 Ribu, Diduga Ada Pungli di Pasar Senggol

Pedagang Dipungut Rp25 Ribu, Diduga Ada Pungli di Pasar Senggol Berita Kotamobagu
Suasana di Pasar Senggol Kotamobagu Senin (3/6/2019) dini hari. (f: zha)
Kroniktotabuan.com

KOTAMOBAGU–  Banyaknya jumlah pedagang dan ramainya kunjungan warga ke Pasar Senggol yang didirikan Pemkot Kotamobagu di eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, rupanya menjadi lahan subur dan dimanfaatkan oknum- oknum tertentu melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Pengakuan sejumlah pedagang kepada Kronik Totabuan, Senin (3/6/2019) dini hari, mereka didatangi beberapa orang yang mengaku penanggung jawab Pasar Senggol dan dimintai uang Rp25 ribu per lapak.

“Mereka bilang wajib kasih karena untuk pembuatan jembatan. Mereka menagih sejak Minggu (2/6/2019) kemarin. Setahu saya semua lapak di blok ini diwajibkan,” ujar sejumlah pedagang di Blok C minta namanya dirahasiakan.

Para pedagang mengaku terkejut dengan adanya pungutan tambahan tersebut. Setahu mereka saat membeli lapak, mereka tidak akan dimintai tagihan apapun lagi karena mereka sudah membayar lapak dengan harga mahal.

“Saat bayar lapak kami tahunya tinggal menempati. Eh, tiba-tiba ini masih dipungut dengan alasan pembuatan jembatan. Coba cek sendiri, jembatan di sini memang sudah ada. Kami memang curiga itu Pungli tapi kami tidak berani juga kalai tidak kasih,” ujar para pedagang.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop- UKM) Kotamobagu, Herman Aray, belum berhasil dimintai konfirmasi soal adanya dugaan Pungli sebesar Rp25 ribu per lapak di Pasar Senggol.

Namun beberapa waktu lalu Herman mengatakan, retribusi yang ditarik kepada pedagang hanya Rp450 ribu. Itu termasuk sewa lapak, kebersihan, listrik, keamanan, dan pembuatan WC umum. (tr2/zha)

Berkomentar menggunakan Akun Facebook

To Top