Menu

Mode Gelap
Olimpiade Tokyo 2020: Kandas di Tangan Chen Long, Anthony Sinisuka Ginting Gagal ke Final Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Berita Kotamobagu · 3 Jun 2019 05:12 WITA ·

Tradisi Monuntul di Kotamobagu Penanda Datangnya Idul Fitri. Lihat Kreasi Tiap Kelurahan dan Desa!


Tradisi Monuntul di Kotamobagu Penanda Datangnya Idul Fitri. Lihat Kreasi Tiap Kelurahan dan Desa! Perbesar

KOTAMOBAGU-  Sejak Ramadan ke- 27 pada Sabtu (1/6/2019), umat Muslim di Kota Kotamobagu mulai melaksanakan tradisiMonuntul (menerangi).

Monuntul yaitu tradisi memasang lampu botol berbahan bakar minyak tanah di depan rumah. Tradisi ini dilaksanakan malam Ramadan ke- 27 hingga 29.

Kreasi Monuntul Kelurahan Mongkonai Barat. (f: istimewa)

Dengan  adanya Monuntul hampir seluruh wilayah Kotamobagu terang benderang dengan cahaya yang dipancarkan lampu botol.

Umat Muslim Kotamobagu meyakini tradisi Monuntul kental dengan nilai agama. Karena itu setiap menggelar Monuntul masyarakat secara sukarela menyalakan lampu dan menyediakan minyak tanah sendiri.

Kreasi Monuntul Kelurahan Molinow (f: istimewa)

Khusus yang dipasang di depan rumah, jumlah lampu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang ada di dalam rumah tersebut.

Sedangkan lampu yang dipasang dan dikreasikan sedemikian rupa di lapangan olah raga, itu untuk lomba atau upaya masyarakat setempat menarik banyak orang datang ke sana.

Kreasi Monuntul Desa Tabang (f: istimewa)

Apalagi Monuntul  tahun ini kembali dilombakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dengan hadiah puluhan juta rupiah. Hal itu pula membuat pemerintah dan masyarakat di seluruh kelurahan/desa berlomba membuat berbagai kreasi. Agar lebih menarik, tata letak dan kreasi lampu botol dibuat berbagai macam formasi. Misalnya membentuk gambar masjid, tulisan Alquran dan kaligrafi lainnya.

Kreasi Monuntul Desa Poyiowa Besar I. (f: istimewa)

“Lampu yang dipasang di depan rumah jumlahnya hanya sesuai anggota keluarga yang ada di dalam rumah itu. Artinya, setiap anggota keluarga punya lampunya masing-masing,” kata Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotamobagu, Sande Dodo, Senin (3/6/2019).

Kreasi Monuntul Desa Poyowa Besar II. (f: istimewa)

Lampu yang digunakan untuk Monuntul umumnya terbuat dari botol atau kaleng bekas yang bagian tutupnya di pasangi sumbu kompor. Menurut Sande, umat Muslim Kotamobagu memasang lampu atau Monuntul, tujuannya agar memudahkan masyarakat datang membayar atau membagikan zakat fitrah pada malam hari.

“Tradisi ini sudah turun temurun,” katanya.

Kreasi Monuntul Desa Poyowa Kecil. (f: istimewa)

Sementara itu Walikota Kotamobagu Tatong Bara mengatakan, Monuntul  bermaksud sebagai penanda datangnya Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau Idul Fitri sudah dekat, artinya jiwa dan hati kita harus kembali bersih, serta terang benderang seperti makna pemasangan lampu ini,” kata Tatong. (zha)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Warga Upai Keluhkan Krisis Air Bersih, Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR

26 Mei 2026 - 13:44 WITA

Pemkot Kotamobagu Dukung Pengembangan Kopi Street Katege Moon

30 April 2026 - 14:15 WITA

Ketua TP PKK Kotamobagu Kenakan Kain Lukis Khas Sulut pada Peringatan Hari Kartini

30 April 2026 - 14:12 WITA

Asisten III Pemkot Kotamobagu Buka Turnamen Sepak Bola Matali Cup V 2026

29 April 2026 - 14:06 WITA

Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Kotamobagu Pantau Pelayanan di Desa Kobo Kecil

29 April 2026 - 14:04 WITA

Wali Kota Kotamobagu Terima Kunjungan BPOM Bahas Pembentukan Kantor Operasional

29 April 2026 - 14:01 WITA

Trending di Berita Daerah