Menu

Mode Gelap

Berita Nasional

Kusni Kasdut, Dari Pejuang Menjadi Perampok


3 Jan 2017 04:00 WITA


 Kusni Kasdut Ditangkap Kepolisian Pada 16 Februari 1980 Perbesar

Kusni Kasdut Ditangkap Kepolisian Pada 16 Februari 1980

Kusni Kasdut Ditangkap Kepolisian Pada 16 Februari 1980
Kusni Kasdut Ditangkap Kepolisian Pada 16 Februari 1980

NASIONAL- Ia yang kemudian dikenal sebagai Kusni Kasdut, lahir di Blitar pada 1929. Masa kecilnya, seperti tertulis dalam buku Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1981), lebih banyak dihabiskannya di terminal.

“Di masa kecilnya ia berkeliaran di terminal bis-kota Malang. Ia menjajakan rokok dan permen kepada para penumpang bis yang baru datang. Ibunya hidup menderita. Tinggal di daerah miskin Gang Jangkrik, Wetan Pasar, Malang.”

Kusni tidak tahan hidup di rumah tanpa melakukan apapun selain diberi makan. “Ia merasa di rumah, dihimpit tentang asal-usul dirinya yang ia sendiri tidak tahu… Hal itu mendesaknya untuk berontak,” tulis Saiful Rahim dalam biografi tentang Kusni: Perjalanan Hidup Kusni Kasdut (1980). Mengenai keluarganya, Kusni merasa dia hanya memiliki ibu saja di dunia ini. Ayahnya tak jelas.

Saat ia dewasa, ia terlibat Perang Kemerdekaan (1945-1949) melawan tentara Belanda. Laki-laki yang kerap dijuluki Kancil ini adalah salah satu yang terlincah dalam mencari dana untuk revolusi.

Ia berjuang di sekitar front Jawa Timur. Penderitaan akibat menjadi pejuang yang melawan militer Belanda yang kuat dan ganas pun dirasakannya. Ia pernah kena tembak di kaki dan dipenjara oleh Belanda. Semua itu dilakukannya demi Republik Indonesia.

Menurut James Siegel, selama revolusi, pria yang kemudian dikenal dengan nama Kusni Kasdut ini menyumbang tenaga dengan cara merampok orang-orang Tionghoa dan membagikan hasil jarahannya pada mereka yang terlibat dalam revolusi.

“Kusni, konon, tak tahu menahu dan tak mau tahu nasib hasil jarahannya. Ia menyumbangkan puluhan juta bagi revolusi,” kata Siegel dalam bukunya Penjahat Gaya (Orde) Baru: Eksplorasi Kejahatan Politik dan Kejahatan (2000).

Setelah revolusi usai, Kusni ingin masuk korps militer. Namun luka tembak di kaki menjadi alasan bagi pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menolaknya. Selain itu, Kusni juga tidak resmi terdaftar dalam kesatuan milisi pro-Republik.

Tak bisa jadi tentara, tak ada pekerjaan yang bisa menghidupinya padahal ia sudah menikah, Kusni kemudian terjerumus ke lembah hitam. Bersama teman-temannya. Mohamad Ali alias Bir Ali, juga Mulyadi dan Abu Bakar, mereka membikin kelompok perampok. Husni didaulat sebagai pemimpin geng mereka.

Kusni kembali merampok. Jika sebelum 1950 ia merampok demi republik, kali ini ia menjadi perampok untuk hidupnya.

Ia merampok seorang hartawan Arab bernama Ali Badjened pada 11 Agustus 1953. Sang hartawan, yang hendak melawan, terbunuh oleh aksi komplotan Kusni ini.

Aksi geng rampok Kusni selanjutnya yang tak terlupakan adalah perampokan Museum Nasional Indonesia alias Museum Gajah yang di Merdeka Barat, Jakarta. Letaknya tak jauh dari Kantor Kementerian Pertahanan dan tak jauh dari Istana Merdeka, tempat tinggal Presiden Sukarno.

Dengan menyamar sebagai polisi dan memakai Jeep, Kusni dan gengnya memasuki museum pada 31 Mei 1961. Dalam aksinya yang mirip adegan film itu, para perampok menyandera pengunjung. Seorang petugas di museum ditembak dan komplotan Kusni berhasil kabur. Alhasil, 11 butir berlian berhasil digondol. Kusni pun jadi buronan lagi.

Bergelimang hasil rampokan bukanlah hal baru bagi Kusni. Tapi ini berlian. Agak sulit menjualnya. Ketika hendak menjual beberapa butir berlian itu di pegadaian, petugasnya curiga dan melapor ke polisi karena ukurannya tak biasa.

 

Sumber: Tirto.id

Komentari
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

HMI Manado Komisariat Hukum Unsrat Gandeng AJI dan AMSI Gelar Pelatihan Jurnalistik

4 Februari 2023 - 06:54 WITA

KPMIBM Raya Cabang Yogyakarta Sukses Gelar Festival Budaya Bogani Fest 2023

1 Februari 2023 - 19:54 WITA

Gelar Festival Budaya Bogani 2023, Ganjar Pranowo Apresiasi KPMIBM Raya Cabang Yogyakarta

28 Januari 2023 - 20:27 WITA

KPMIBM Raya Cabang Yogyakarta Gelar Bogani Fest 2023

28 Januari 2023 - 20:06 WITA

Presiden Jokowi Tegaskan Undang-Undang Batasi Masa Jabatan Kepala Desa 6 Tahun

25 Januari 2023 - 12:14 WITA

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Gorontalo Terasa Sampai Kotamobagu Sulawesi Utara, Ini Kata BMKG

18 Januari 2023 - 09:56 WITA

Trending di Berita Daerah